YOGYAKARTA — Kak Drs. Hartoto Indra Suwahyunto, M.Sn., Andalan Daerah Urusan Pembinaan dan Pengembangan Kreasi dan Inovasi Bidang Kebudayaan dan Pengembangan Kearifan Lokal Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) menjadi narasumber pada Siaran Kawruh RRI Pro 4 Yogyakarta, Kamis, 17 Juli 2025.
Dalam episode Siaran Kawruh kali ini, Kak Hartoto mengulas topik Pramuka Yogyakarta menuju Pramuka Istimewa yang merupakan salah satu program prioritas dari Kwarda DIY di masa bakti 2020-2025.
Ia menyebutkan bahwa munculnya gagasan terwujudnya Pramuka Istimewa tidak terlepas dari terbitnya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta yang ditindaklanjuti dengan terbitnya beberapa regulasi di bawahnya.
Seperti terbitnya beberapa Peraturan Daerah Istimewa DIY, salah satunya adalah tentang Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Kabudayaan.
“Untuk mendukung hal tersebut Kwarda DIY mengambil langkah dan kebijakan strategis dengan menuangkannya dalam Visi Gerakan Pendidikan Pramuka masa bakti 2020-2025, yakni: Terwujudnya Pramuka Istimewa sebagai Generasi Unggul,” sebut Kak Hartoto.
Kak Hartoto menjelaskan secara detail terkait dengan makna visi ini adalah terwujudnya kondisi di mana anggota muda Gerakan Pramuka DIY memiliki karakter/kualitas sebagai Pramuka Istimewa.
“Yaitu generasi muda unggul yang memiliki kompetensi umum Pramuka Indonesia dan memiliki karakter berbudaya Yogyakarta, serta memahamu nilai-nilai keistimewaan dan kearifan Yogyakarta,” terangnya.
Dalam mewujudkan Pramuka Istimewa ini, disampaikan oleh Kak Hartoto beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain serangkaian bimbingan teknis yang merupakan kolaborasi berbagai bidang sejak tahun 2021.
“Mulai dari penyusunan konsep profil, pembuatan naskah akademik, pembuatan Syarat Kecakapan Pramuka Istimewa, pembuatan rubrik dan kisi-kisi materi sebagai pedoman dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan peserta didik degan ciri khas pola pembinaan karakter Gerakan Pramuka DIY,” sebutnya.
Selain itu, lanjut Kak Hartoto, juga ujicoba di lima Kota/Kabupaten se-DIY, monitoring, pembuatan tanda pelantikan Pramuka Istimewa, penyusunan tata upacara pelantikan, dan akan dilaksanakannya Kemah Pramuka Istimewa pada tahun 2025 ini.
Kemah Pramuka Istimewa adalah ajang kegiatan bagi adik – adik penggalang dan penegak se-DIY yang telah dan sedang berproses menjadi Pramuka Istimewa.
“Kegiatan ini rencananya akan diadakan pada tanggal 28 sampai dengan 30 Agustus 2025, bertempat di Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari, dengan jumlah sekitar 300 orang peserta,” ujar Kak Hartoto menjelasakan.
Lebih lanjut Kak Hartoto menginformasikan bahwa dalam kegiatan ini, para peserta akan saling mengenal dan memperkenalkan budaya khas masing-masing Kota/Kabupaten, baik yang berupa kesenian, makanan, busana dan adat istiadat.
“Selain itu mereka juga akan berlatih keterampilan seperti merangkai janur, jemparingan, menulis aksara jawa, dan permainan tradisional,” imbuhnya.
Tentu saja, peserta juga akan mengenal lebih dalam tentang filosofi dan mengulik makna dibalik acara budaya yang berkaitan dengan pertanian, peternakan, perekonomian, kemaritiman dan alam sekitar dan keterampilan budaya Yogyakarta. (cst)



























