YOGYAKARTA — Kak Brillan Nala Rakhmatul ‘Azza, Ketua Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Tingkat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DKD DIY) masa bakti 2025-2030 dan Kak Anashatiera Maritzaiva (Nasha), Ketua DKD masa bakti 2020-2025 menjadi narasumber di Siaran Kawruh RRI Pro 4 Yogyakarta, Kamis, 16 Oktober 2025.
Dalam kesempatan ini, tema atau topik yang diangkat adalah Estafet Kepemimpinan dengan Aksi Nyata. Tentu saja ini sangat terkait dengan adanya pergantian dari Kak Nasha kepada Kak Brillan sebagai Ketua DKD.
Di awal siaran yang dipandu oleh Kak Titik Rengganis, Kak Brillan menjelaskan tentang bagaimana ke depan dia akan memimpin Dewan Kerja Daerah, mengelola stres, serta hal lain yang berkaitan dengan kepemimpinan.
Kemudian terkait dengan kehumasan, Kak Brillan menganggap bahwa hal itu sangat penting dan tidak bisa berjalan parsial, harus dikolaborasikan dengan pihak-pihak terkait.
“Akan dikolaborasikan antara Dewan Kerja Daerah, Humas Kwarda, sehingga informasi dan publikasi dapat berjalan lebih smooth, lebih baik lagi,” ujar Kak Brillan.
Senada dengan hal itu, Kak Nasha juga menyadari bahwa kehumasan adalah hal sangat luas, tidak hanya tentang online, namun juga interpersonal.
Kak Nasha menceritakan beberapa tantangan yang dihadapi saat mengelola media sosial terkait dengan branding yang belum optimal serta beberapa hal yang menggoyahkan.
“Perlu dikembangkan lagi, harapannya bisa lebih baik,” tegasnya.
Menjawab salah satu pertanyaan dari pendengar radio terkait sifat kepemimpinan, Kak Brillan sepakat dengan bagaimana meneladani 4 Sifat Rasulullah dalam memimpin, yaitu Sidiq, Tableq, Amanah, dan Fathonah.
Sementara itu berkaitan dengan inovasi teknologi, Kak Nasha dan Kak Brillan sama-sama sependapat bahwa ke depannya perlu dilakukan optimalisasi dan pembenahan, sehingga dapat berdampak nyata.
Berkaitan dengan pemberitaan-pemberitaan miring, Kak Brillan menyikapi dengan harus menggodok dulu informasi yang masuk, tidak menelan mentah-mentah,
“Karena hal mentah itu jika ditelan juga tidak sehat,” ujar Kak Brillan menegaskan.
Kak Nasha kemudian juga menambahkan bahwa pihaknya percaya dapat memberikan upaya yang terbaik dari kepemimpinan yang telah dilakukan, namun memang kesempurnaan adalah milik Tuhan.
Sesuai dengan tema, Kak Titik Rengganis menarik kesimpulan bahwa pemimpin-pemimpin itu harus mempunyai aksi-aksi nyata dalam membawa roda organisasi dapat berputar lancar dan pengembangannya menjadi besar, lebih baik, serta sesuai dengan track-nya. (cst)



























