YOGYAKARTA — Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) dalam hal ini Andalan Humas dan Informasi, Kak Andri menjadi narasumber pada Siaran Kawruh RRI Pro 4 Yogyakarta, Kamis, 20 Februari 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Andri menyampaikan bahwa sebentar lagi adalah peringatan Baden Powell (BP) Day atau Hari Bapak Pandu Dunia tahun 2025. Ia menyinggung terkait dengan nilai-nilai kepanduan yang diajarkan oleh Baden Powell.
Selama kurang lebih satu Jam, Kak Andri mengawali Siaran Kawruh di RRI Pro 4 Yogyakarta dengan menyampaikan sejarah kepanduan dunia yang didirikan oleh Baden Powell.
Baden Powell yang lahir pada 22 Februari 1857 di London tersebut merupakan seorang militer Inggris dan bertugas di berbagai negara, sehingga mempunyai banyak pengalaman dalam membawa pasukan serta bidang kemiliteran lainnya.
Banyak hal-hal yang terkait dengan pengalaman-pengalamannya dituliskan dalam buku, salah satunya adalah Scouting for Boys yang kemudian menjadi cikal bakal Kepanduan Dunia.
Kak Andri mewakili Kwarda DIY juga mengajak generasi muda untuk terhubung selalu dengan sesama, menciptakan hal-hal baru yang menyenangkan, serta dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Setiap tahun, Kwarda DIY juga melaksanakan peringatan BPDay dengan beragam kegiatan yang menarik. Selain kegiatan-kegiatan yang sifatnya lomba, seminar, pelatihan, workshop, juga tidak lupa untuk mengajak peserta kegiatan mengikuti Renungan.
Renungan yang dilakukan adalah mendengar serta meresapi kembali pesan terakhir dari Baden Powell untuk para pramuka di seluruh dunia sebelum ia meninggal.
Salah satu kalimat yang disampaikan dalam pesan terakhirnya adalah, “Jalan nyata yang menuju ke kebahagiaan ialah membahagiakan orang lain. Berusahalah agar supaya kamu dapat meninggalkan dunia ini dalam keadaan yang lebih baik daripada tatkala kamu tiba di dalamnya.”
“Dan bila giliranmu tiba untuk meninggal, maka kamu akan meninggal dengan puas, karena kamu tak menyia-nyiakan waktumu, akan tetapi kamu telah menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Sedialah untuk hidup dan meninggal dengan bahagia,” pesan BP.
Apa yang disampaikan oleh BP tersebut tentu saja perlu terus menjadi renungan bagi pramuka di dunia, termasuk di Indonesia. (cst)



























