YOGYAKARTA — Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap tanggal 21 Februari di Indonesia. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar.
HPSN lahir sebagai bentuk keprihatinan atas tragedi longsor sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada tanggal 21 Februari 2005. Tragedi ini menewaskan sekitar 150 orang.
Peristiwa tersebut menjadi titik balik untuk meningkatkan perhatian terhadap masalah sampah di Indonesia. Bagimana meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan kesehatan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Yaitu mulai dari mengurangi produksi sampah, memilah sampah, hingga mendaur ulang sampah. Selain itu juga mendorong partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, dalam upaya pengelolaan sampah.
Hari Peduli Sampah Nasional 2025
Dalam rangka memperingati HPSN 2025, Kementerian Lingkungan Hidup telah menentukan tema peringatan yaitu, Hari Peduli Sampah Nasional 2025 adalah “Kolaborasi Untuk Indonesia Bersih.”
Maksud dari tema ini adalah untuk memperkuat komitmen dan peran aktif pemerintah daerah dalam melaksanakan pengelolaan sampah; Memperkuat partisipasi publik dalam upaya mencapai zero emisi melalui gerakan memilah sampah.
Kemudian memperkuat komitmen dan peran aktif produsen dan pelaku usaha lainnya dalam implementasi bisnis hijau (green business) dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi; serta membangun rantai nilai pengelolaan sampah di seluruh sektor.
Pramuka bisa memperingati HPSN dengan berbagai kegiatan positif, misalnya aksi bersih lingkungan, gerakan pilah sampah, edukasi pengelolaan sampah, atau kampanye kepedulian terhadap sampah di media sosial.
Gerakan Pilah Sampah
Gerakan Pilah Sampah mendorong dan mengajak masyarakat untuk memilah sampah berdasarkan jenisnya, terdiri dari sampah organik, anorganik, dan B3.
Kita bisa membuat tempat sampah terpilah di tempat-tempat umum atau di lingkungan sekitar untuk jenis sampah yang sudah kita klasifikasikan/pilah, sehingga memudahkan dalam pengangkutan atau pengelolaannya. Gerakan pilah sampah ini perlu diimbangi dengan kampanye 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recicle.
Reduce (Mengurangi) adalah mengurangi produksi limbah dengan mengurangi penggunaan barang-barang sekali pakai atau mengambil langkah-langkah untuk mengurangi konsumsi sumber daya alam.
Kegiatan ini bisa mencakup praktik seperti membeli produk dengan kemasan minimal, menggunakan energi lebih efisien, atau menghindari pemborosan sumber daya.
Reuse (Menggunakan Ulang), yaitu menggunakan kembali barang-barang atau bahan-bahan yang masih dapat digunakan setelah pemakaian awalnya. Contoh termasuk mengisi ulang botol air minum, mendaur ulang kemasan, atau mendonasikan barang-barang bekas yang masih berfungsi daripada membeli yang baru.
Recycle (Mendaur Ulang), yaitu proses mengubah bahan-bahan bekas menjadi bahan baru yang dapat digunakan kembali. Ini melibatkan pengumpulan, pemrosesan, dan pemurnian limbah untuk menghasilkan produk baru. Mendaur ulang membantu mengurangi penggunaan sumber daya alam yang langka dan mengurangi dampak negatif pada lingkungan.
Kita sebagai Pramuka yang Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia bisa melakukan aksi peduli sampah dengan mengelompokkan dan memisahkan sampah sesuai dengan jenis, jumlah dan/atau sifat sampah.
Selain memudahkan pengelolaan sampah selanjutnya, pemilahan sampah organik dan anorganik dapat mengurangi pencemaran udara yang diakibatkan oleh penumpukan sampah yang masih tercampur antara sampah organik dan anorganik.
Pencemaran udara dapat menimbulkan masalah kesehatan, terutama yang berhubungan dengan paru-paru dan pernapasan. Manfaat lain dari pemilahan sampah dari sekolah dan rumah yaitu dapat menambah nilai ekonomi dari hasil sampah yang terpilah tersebut.
Cara sederhana memilah sampah yang dapat dilakukan di rumah atau tempat kegiatan
- Menyediakan tempat sampah (karung pemilah) terpilah 3 di rumah kita masing-masing (Organik, Anorganik, Residu)
- Memilah sampah sesuai jenisnya (organik, anorganik, residu)
- Sampah hasil pemilahan yang mempunyai nilai ekonomi disetorkan ke Bank Sampah terdekat atau dibuat kreasi daur ulang
- Sampah organik dari hasil pemilahan sebaiknya dikelola secara mandiri (misal dijadikan pupuk kompos, pakan ternak atau pakan maggot).
- Sampah residu diserahkan ke pengelola sampah untuk dibawa ke TPA
- Perpanjang usia makanan untuk mengurangi jumlah sampah organik
- Melakukan Zero waste, menyediakan makanan secukupnya jangan berlebihan.
- Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
__
CST-PusbangJusinfo



























