SLEMAN — Sebanyak 44 pramuka yang akan menjadi peserta Perkemahan Wirakarya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2025 menghadiri Temu Perdana yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sleman pada Minggu, 25 Mei 2025, di Grha Pramuka Sleman.
Temu perdana yang dikelola oleh Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega tingkat Cabang (DKC) Sleman ini bertujuan untuk memberikan pembekalan awal serta informasi penting sebelum pelaksanaan kegiatan Perkemahan Wirakarya DIY berlangsung.
Selain itu, temu perdana ini juga menjadi ajang pengenalan antar peserta agar dapat menjalin kekompakan dan kerja sama yang solid saat mengikuti kegiatan lapangan nantinya.
Acara dimulai dengan sesi pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari Kak Dias Oktri Raka Setiadi, S.Si., selaku Sekretaris 2 Kwarcab Sleman.
Dalam sambutannya, Kak Dias menyampaikan sejarah singkat mengenai Perkemahan Wirakarya. Ia menuturkan bahwa Perkemahan Wirakarya merupakan kegiatan khas yang sudah lama menjadi tradisi di Yogyakarta.

Inisiasi kegiatan ini berasal dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang kemudian mendapatkan penghargaan bergengsi dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) berupa Lencana Bronze Wolf. Atas jasanya tersebut, Sri Sultan HB IX dianugerahi gelar sebagai Bapak Pramuka Indonesia.
Kegiatan Perkemahan Wirakarya merupakan bagian dari program kepramukaan yang berorientasi pada pengabdian dan integrasi dengan masyarakat. Tujuan utamanya adalah melatih keterampilan sosial peserta pramuka serta mendorong kontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat setempat.
Dalam acara temu perdana ini, peserta juga mendapatkan materi pembekalan yang disampaikan oleh Kak Ima dan Kak Akmal selaku pimpinan kontingen Cabang Sleman. Materi yang diberikan meliputi gambaran umum kegiatan, teknis pelaksanaan, serta etika dan sikap selama berinteraksi dengan masyarakat di lokasi perkemahan.
Perkemahan Wirakarya DIY tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 4 sampai dengan 7 Juli 2025 di Kampung Pramuka Sokorojo, Wijimulyo, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, peserta mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya serta semakin mengokohkan peran pramuka dalam pembangunan bangsa.
__
Berita ini juga dipublikasikan di web Saka Kominfo Sleman : Link terkait



























