SLEMAN — Peserta Festival Kebangsaan 2025 mengikuti upacara api unggun dan malam renungan yang digelar di Pendopo Semar Bumi Pekemahan Lembah, Kamis 13 November 2025.
Suasana khidmat dan gembira pada upacara Api Unggun menjadi momen yang paling ditunggu, dimana api besar yang menyala menjadi simbol persatuan, semangat pantang menyerah, dan pengamalan nilai-nilai Dasa Darma.
Kegiatan dimulai dengan prosesi penyalaan api unggun utama oleh Kak Amarudin Subekti, Wakil Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sleman Bidang Pembinaan Anggota Muda.
Prosesi ini diiringi dengan pembacaan sekapur sirih yang penuh makna, menegaskan bahwa api unggun bukan sekadar penghangat, melainkan lambang dari jiwa Pramuka yang harus terus menyala.
Kak Amarudin menegaskan bahwa api unggun ini disusun dari berbagai jenis kayu yang berbeda, namun saat disatukan, ia menghasilkan cahaya terang dan kehangatan yang merata.
“Ini mencerminkan kita sebagai bangsa, beragam latar belakang, namun bersatu dalam semangat Dasa Darma dan kebersamaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berpesan bahwa api boleh meredup, tapi semangat yang telah dinyalakan malam ini harus terus membara di hati kita semua.
Pukul 21.00 sampai dengan 22.00 WIB, materi renungan ini sangat penting bagi semua. Dari materi ini para peserta bisa memahami apa yang menjadi masalah utama di diri sendiri, merenung/refleksi diri sendiri, dari semua masalah yang datang dan bagaimana harus berubah setelah merenunginya.
Peserta Festival Kebangsaan mengikuti materi Malam Renungan yang disampaikan oleh Kak Dwi Nuraini. Dalam membawakan materi Kak Dwi Nuraini tidak hanya menyampaikan secara lisan, ada bernyanyi bersama-sama.
Kak Dwi berharap setelah diadakannya renungan ini para peserta bisa menjadi contoh dari apa yang sudah diceritakan dalam materi-materi Festival Kebangsaan yang sudah diterima.
“Seringkali kita hanya fokus membandingkan pencapaian diri dengan orang lain, terutama di media sosial, tanpa menyadari hal itu mengganggu konsep diri kita,” ujar Kak Dwi Nuraini.
Ia menegaskan bahwa refleksi diri dapat membantu kita meluruskan kembali kebutuhan dan konsep diri yang sebenarnya diinginkan.





























