GUNUNGKIDUL — Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menggelar Lomba Krida Saka Bakti Husada (SBH) pada Sabtu, 8 November 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pembinaan dan pengembangan SBH dalam Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah serta menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61.
Bertempat di Tegalarum Adventure Park, Karangtengah, Wonosari, kegiatan ini diikuti oleh 21 pangkalan SBH tingkat ranting. Masing-masing pangkalan mengirimkan 7 orang anggotanya sebagai perwakilan.
Upacara pembukaan dilaksanakan di pendhapa tapak kemah bawah sekitar pukul 08.00 WIB. Sebelum upacara dimulai, seluruh peserta mengikuti Gerakan Aksi Bergizi yaitu makan buah dan meminum tablet tambah darah.
Hadir dalam upacara pembukaan yaitu Ketua Majelis Pembimbing Saka Bakti Husada tingkat Cabang Gunungkidul, Kak Ismono bersama dengan Ketua Harian Mabisaka Bakti Husada Gunungkidul, Kak drg. Fransiska Niken; Ketua HKN Gunungkidul tahun 2025, Kak drg. Lucilla; serta Andalan Cabang Urusan Saka Kak Warsito.

Upacara pembukaan diawali dengan laporan penyelenggaraan kegiatan oleh Ketua Pimpinan Saka Bakti Husada tingkat Cabang Gunungkidul, Kak Purwo Yunianto.
Acara dilanjutkan dengan sambutan Kak Ismono, sekaligus membuka secara resmi Lomba Krida ini. Dalam sambutannya, Kak Ismono menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan rutin tahunan yang edukatif dan kompetitif dalam rangka pembinaan bagi anggota SBH.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyampaikan harapan agar kegiatan di pangkalan SBH dapat dikembangkan secara praktis ke layanan Posyandu.
“Setiap anggota SBH agar dapat berperan hingga ke tingkat teknis, berperan ke layanan Posyandu misalnya,” tegas Kak Ismono.
Setelah rangkaian upacara pembukaan selesai, para Pamong SBH tingkat cabang dan ranting mengikuti kegiatan Orientasi. Dalam kegiatan tersebut Kak Warsito memaparkan materi berkait Peran Pamong dalam Pembinaan SBH.
Seluruh peserta lalu mengikuti Lomba Krida.

Lomba Krida kali ini mengambil fokus pada Krida Pengendalian Penyakit yang dikemas menjadi 10 pos. Materi tugas setiap pos diambil dari Syarat Kecakapan Khusus (SKK). Di setiap pos, peserta harus menyelesaikan tantangan untuk mendapatkan poin atau bintang.
Petugas pos yaitu pengurus dan anggota SBH Cabang Gunungkidul. Di pos 1 dan pos 2, peserta menyelesaikan tugas terkait pencegahan penyakit pada saluran pernapasan yaitu Tuberkulosis (TB).
Di pos 3 dan pos 4, tugas yang harus diselesaikan yaitu pencegahan penyakit kulit dan kelamin. Di pos 3 tugas berkait dengan infeksi menular seksual, sementara di tugas pos 4 berkait HIV AIDS.
Pos 5 dan pos 6 menyajikan tugas tentang kesehatan jiwa. Sementara itu di pos 7 dan pos 8, tugas yang diberikan berkait imunisasi dan vaksinasi. Materi pengendalian penyakit tidak menular ditugaskan di pos 9 dan pos 10, yaitu diabetes di pos 9 dan penyakit paru obstruksi kronis di pos 10.



























