YOGYAKARTA — Saka Pariwisata Kota Yogyakarta melaksanakan kegiatan kunjungan ke Kampung Wisata Prenggan pada Minggu, 23 November 2025. Titik kumpul kegiatan berada di Living Museum Kotagede.
Pada kegiatan ini, Saka Pariwisata turut mengundang beberapa perwakilan gugus depan penegak, di antaranya SMAN 5 Yogyakarta, MAN 2 Yogyakarta, dan SMA IT Abu Bakar.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperluas kolaborasi serta mengajak Pramuka Penegak untuk memperoleh pengetahuan dan wawasan mengenai kampung wisata yang ada di Kota Yogyakarta. Selama kegiatan, peserta dipandu oleh Bu Rr Wiwiek Ngesti selaku tour guide Kampung Wisata Prenggan.
Kegiatan diawali dengan mengunjungi Living Museum Kotagede yang berlokasi di Jl. Tegal Gendu No. 20, Prenggan, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta.
Museum ini menempati bangunan bersejarah yang sebelumnya merupakan rumah pribadi Ibu Hadi Noerijah , seorang perempuan Kalang yang terkemuka. Bangunan tersebut dibeli oleh Dinas Kebudayaan Yogyakarta pada tahun 2015 dan kemudian diresmikan sebagai museum pada 10 Desember 2021.
Living Museum Kotagede tidak hanya menampilkan artefak sejarah, tetapi juga memberikan gambaran menyeluruh tentang perjalanan dan perkembangan sejarah Kotagede.
Perjalanan dilanjutkan dengan kunjungan ke Ansor’s Silver sebuah toko sekaligus workshop kerajinan perak di kawasan Kotagede yang berdiri sejak tahun 1956. Tempat tersebut dimiliki dan dikembangkan oleh Bapak Ansor Karto Utomo.
Ansor’s Silver berlokasi di Jl. Tegalgendu No. 28, Kotagede, Yogyakarta, menempati bangunan historis milik seorang saudagar kaya suku Kalang bernama Prawiro Soewarno.
Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan wawasan baru tentang sejarah Kotagede serta proses pembuatan kerajinan perak sebagai kekayaan budaya lokal.
Diharapkan kunjungan edukatif ini dapat menumbuhkan rasa cinta budaya serta semangat untuk turut mempromosikan potensi pariwisata di Kota Yogyakarta.



























