SLEMAN — Bertempat di Dua Dara Orchid Kadipolo Kapanewon Berbah, Saka Kalpataru Sleman menggelar latihan Krida Konservasi dan keanekaragaman hayati (kehati) pada Sabtu, 24 Mei 2025, diikuti oleh anggota dan calon anggota.
Kegiatan ini turut didampingi oleh Kak Eni Yuliani, S.E., M.si. selaku pimpinan Saka Kalpataru Sleman dan Kak Bambang Pamungkas sebagai Wakil Pimpinan Saka Kalpataru Sleman.
Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang tanaman anggrek yang di Budi daya sebagai salah satu kekayaan indonesia.
Agenda dimulai dengan sambutan dari Kak Eni Yuliani. Dalam sambutannya Kak Eni berpesan bahwa menjadi seorang pramuka harus bisa menjadi contoh terdepan khususnya anggota Saka kalpataru harus menjadi contoh di masyarakat tentang lingkungan.
“Menjadi seorang pramuka bukan sekedar datang mendengarkan materi. Namun, harus bisa mengelola keuangan dan berwirausaha di bidang masing masing,” ujarnya.
Selanjutnya Kak Sinungwati, S.H., M.I.P. selaku narasumber sekaligus owner Dua Dara Orchid Yogyakarta menyampaikan bahwa Anggreknya berasal dari 95% budidaya sendiri, 3% jungle dari hutan, tidak merusak tapi melestarikan.
Sebagai petani anggrek, Kak Sinung juga turut menjaga pelestarian lingkungan. Pupuknya berasal dari sampah dapur, air cucian beras, kulit bawang merah, kulit bawang putih.
Tentu ini juga menjadi peluang besar bagi anggota Saka kalpataru untuk mencoba berwirausaha.
Selanjutnya para peserta juga diajak untuk berkeliling melihat jenis anggrek yang banyak jenisnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kepedulian peserta terhadap tanaman hias khususnya anggrek bahwa perawatan anggrek sangat mudah dan sangat mudah untuk di kembangkan Serta mendorong mereka untuk berkontribusi dalam upaya konservasi di daerah mereka masing-masing.
Dengan adanya latihan ini, Dewan Saka Saka Kalpataru Sleman berharap dapat melahirkan generasi yang lebih peduli dan aktif tentang lingkungan di daerahnya masing-masing.



























