BANTUL — Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti melaksanakan Gerakaan Aksi untuk Lingkungan dengan agenda pelepasan tukik (Anak Penyu) di Pantai Goa Cemara, Minggu (27/09/2020).
Sedikitnya ada 50 peserta yang hadir dalam agenda tersebut. Ada Kak Pramu Risanto, MM (Kak Ipam) dari Staf Ahli mentri LHK selaku Mabisakanas Kalpataru dan Wanabakti, Kak Tri (Pinsakanas Kalpataru), Kak Dadang (Pinsakanas Wanabakti), Kak Soegeng dan Kak Dijah (Pinsakada DIY), jajaran Pinsakacab Bantul, dan Kwaran Sanden.
Diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, kegiatan seremonial kemudian diisi dengan sambutan-sambutan, di antaranya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Badan Lingkungan Hidup DIY, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidul Bantul.
Dalam sambutannya, Kak Ipam menyampaikan bahwa Saka Kalpataru dan Wanabakti diharapkan bisa terus saling beriringan dalam kegiatan. Mengajak secara aktif adik-adik anggota Saka terlibat dari bertukar ide dan perencanaan kegiatan.
Menurut Kak Ipam, kegiatan pelepasan tukit tersebut diharapkan menjadi contoh untuk Pramuka lainnya, bahwa kita harus membaca tanda alam dan menyikapinya.
“Misal protokol kesehatan dikala pandemi, dengan tetap berkegiatan sesuai dengan Pramuka itu sendiri yang merupakan GERAKAN PRAMUKA, terus bergerak,” ujar Kak Ipam.
Lebih lanjut Kak Ipam juga berharap dengan pelepasan tukik semoga mengasah rasa kita bahwa banyak makhluk hidup di bumi yang juga mempunyai hak untuk sejahtera dan tugas manusia untuk menjaganya.
Sebagaimana disampaikan oleh Kak Wakhid Hamzah Nur Huda (Ketua Dewan Saka Kalpataru), dalam usai sambutan-sambutan dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dan seremonial ditutup.
Acara dilanjutkan dengan aksi pelepasan tukik oleh seluruh peserta yang telah dikoordinasikan dengan pengelola penangkaran penyu, serta diakhiri dengan ramah tamah di pendopo. (*/cst)


























