YOGYAKARTA — Hari kedua Latihan Keterampilan Kepramukaan (LKK) Penggalang Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) tahun 2025 peserta memulai kegiatan dengan penuh antusias dan semangat tinggi, Jumat 12 September 2025.
Materi LKK disampaikan oleh instruktur dengan metode belajar dan melakukan sehingga peserta dapat memahi materi lebih mendalam. Usai materi administrasi regu oleh Kak Novida Eni, materi selanjutnya disampaikan oleh Kak Ma`mun dengan belajar di alam terbuka.
Kak Ma`mun menyampaikan materi tali temali dan survival. Pada materi tali temali peserta diajarkan membuat Simpul, Ikatan, dan Jerat (SIJ) yang diantaranya membuat simpul pangkal, simpul jangkar, simpul tiang, tambat, ikatan silang dan ikatan palang.
Setelah peserta menguasai materi SIJ dilanjutkan materi survival. Dalam hal ini kak ma`mun menjelaskan cara membuat bivak dan api darurat. Pada materi ini, setiap regu dibagi menjadi dua kelompok untuk mempraktikan pembuatan bivak dan api terbuka dengan memanfaatkan bahan yang ada di alam.
Tidak selasai disini setelah materi dari kak ma`mun, peserta mengikuti materi manajemen risiko dan pembuatan safe from harm (SFH) bersama kak Agnes. Kegiatan ini dicukupkan menjelang ibadah Jumat.
Pukul 13.00 dilanjutkan materi perkemahan yang disampaikan oleh Kak Amin. Ia menjelaskan tujuan, manfaat, dan cara membuat tenda. Tidak hanya itu beliau menyampaikan tapak kemah yang ideal untuk berkemah.
Setelah materi perkemahan kak Ilham memaparkan materi kompas dan peta lapangan. Kemudian peserta diminta untuk mempraktikkan penggunaan kompas dan membuat peta lapangan yang baik dan benar.
Sesi materi sore diakhiri dengan materi Teknik Packing yang disampaikan oleh Kak Ngadiyana. Peserta diajak mempraktikkan bagaimana melakukan packing dengan baik serta membuat list barang perlengkapan yang dibawanya.
Diakhir peserta melakukan apel sore. Materi masih akan dilanjutkan pada sesi malam hari dengan materi Sandi dan Morse.



























