KOTA YOGYAKARTA — Puluhan Penegak yang merupakan anggota Saka Pariwisata dan beberapa Gugus Depan di Kota Yogyakarta mengikuti Workshop pembuatan bakpia dan eco pounding pada Minggu, 7 Desember 2025.
Kegiatan menarik dan edukatif yang diinisiasi oleh Saka Pariwisata Kota Yogyakarta dan diikuti oleh perwakilan penegak dari SMAN 10 Yogyakarta, MAN 1 Yogyakarta, dan SMKN 7 Yogyakarta ini dilaksanakan di Kampung Wisata Bakpia Ngampilan, Kota Yogyakarta.
Para peserta mengikuti dengan penuh antusias pembuatan bakpia yang dipandu langsung oleh pemilik dari Bakpia 543 Sonder yang khas dengan Bakpia Kumbu Kacang Hijau Asli.

Mereka dikenalkan dengan proses produksi bakpia mulai pengolahan bahan sampai dengan memasukkan kumbu kacang hijau ke dalam adonan yang sudah selesai diproses.
Sementara untuk Eco Pounding yang merupakan teknik pembuatan motif kain alami dengan cara memukul daun atau bunga yang diletakkan di atas kain, para peserta memulai dengan persiapan, pembuatan, sampai terlihat hasilnya yang nampak cantik.
Workshop Pembuatan Bakpia dan Eco Pounding ini adalah sebuah upaya dari Saka Pariwisata Kota Yogyakarta yang menghubungkan kekayaan tradisi dengan semangat inovasi generasi muda.

Diharapkan dengan keterampilan yang didapat dalam membuat bakpia bisa menjadi tambahan wawasan dan dapat diterapkan pula untuk usaha muda yang kreatif.
Sebagaimana diketahui bahwa bakpia merupakan ikon Yogyakarta yang bukan sekadar komoditas, melainkan bagian tak terpisahkan dari pengalaman wisata.
Sementara itu, Eco Pounding menjadi simbol komitmen Saka Pariwisata terhadap wisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Harapannya adalah menjadikan teknik pewarnaan alami ini sebagai ciri khas dari produk kreatif Yogyakarta dan bisa menjadi media edukasi bagi wisatawan tentang pentingnya melestarikan alam dan mendukung kerajinan ramah lingkungan.
Dengan workshop ini, diharapkan pula dapat memperkuat peran aktif Saka Pariwisata Kota Yogyakarta dari sisi penguasaan informasi kuliner dan kerajinan yang ada di sekitar.
Para peserta juga nantinya bisa menyebarkan semangat kreatif ini untuk dapat menarik wisatawan dengan produk lokal berkualitas, dan pada akhirnya, meningkatkan citra Kota Yogyakarta sebagai destinasi yang kaya, inovatif, dan berbudaya.



























