YOGYAKARTA — Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut berpartisipasi pada pameran Indonesia Green Forestry Environment Expo 2023 yang dibuka pada hari ini, Kamis (02/03/2023).
Dalam pameran tersebut, Pramuka DIY diberikan satu space khusus dengan nama area Kampung Pramuka. Tepatnya di dekat pintu masuk pameran ini.
Pameran dibuka oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Kak Agus Junianto. Sebelumnya, dirjen bersama rombongan memasuki gerbang tongkat pora yang disiapkan oleh Pramuka DIY pada pameran ini.

Dalam sambutannya, Kak Agus mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa untuk mendapatkan manfaat dari hutan tidak harus dengan merusak hutan tersebut.
Dia menjelaskan bahwa ada banyak sekali produk-produk yang dihasilkan dari hutan baik berupa kayu maupun bukan kayu yang bersumber dari praktik pengelolaan hutan lestari.
“Ini menunjukkan bahwa kita bisa kok mendapatkan manfaat ekonomi dari hutan tapi tetap menjaga kelestariannya, tidak harus merusaknya,” katanya.
Selain itu, lanjut Kak Agus, upaya-upaya perlindungan keanekaragaman hayati dan ekosistem juga ikut ditampilkan dalam pameran ini, termasuk kisah sukses pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan.

Pameran ini digelar sampai dengan 5 Maret 2023 yang diikuti oleh 38 tenant dengan sajian berbagai ilmu pengetahuan terkait kehutanan, berbagai produk-produk hasil hutan bukan kayu, workshop, talkshow, lomba-lomba, serta bibit pohon gratis.
Mewakili Gubernur DIY, hadir Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kak Wiyos Santoso. Ia menyebutkan bahwa kehadiran pameran ini menjadi ajakan khusus bagi generasi muda untuk mencintai hutan dan lingkungan di era keterbukaan informasi publik.
“Perlu bagi kita untuk menciptakan generasi muda yang cinta lingkungan dengan cara yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu stand Kampung Pramuka diisi dengan beragam informasi terkait dengan Kampung Pramuka yang ada di DIY serta informasi dan produk-produk khusus dari Madu Pramuka, Saka Kalpataru Kota Yogyakarta dan Sleman. (nar/cst)



























