KULON PROGO — Suasana semarak dan penuh semangat menyelimuti area utama Perkemahan Wirakarya Daerah (PWD) pada Sabtu malam, 5 Juli 2025.
Ratusan peserta dari berbagai Kwartir Cabang se-Daerah Istimewa Yogyakarta berkumpul saat Pesta Rakyat yang menjadi salah satu agenda hiburan sekaligus ajang unjuk kreativitas seni dari masing-masing kontingen.
Acara dimulai tepat pukul 20.00 WIB dan dibuka oleh pembawa acara (MC) dengan penuh semangat. Setelah pembukaan, panggung utama langsung diisi dengan berbagai penampilan seni dari lima kontingen yang tampil secara bergiliran.
Kontingen pertama yang tampil adalah Kota Yogyakarta, yang membawakan pertunjukan bertema Sumbu Filosofi, yang menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam, serta menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan.

Penampilan selanjutnya dari Kontingen Bantul menghadirkan pertunjukan bertema Syukuran Panen, menggambarkan tradisi masyarakat agraris dalam merayakan hasil panen sebagai wujud rasa syukur.
Kontingen Sleman tampil di urutan ketiga dengan membawakan cerita rakyat legendaris Roro Jonggrang, yang dikemas dalam pementasan yang memukau.
Sementara itu, Kontingen Kulon Progo menyuguhkan pertunjukan Kubro Sani Siswo, yang menampilkan Tarian Banyumili. Tarian ini mengangkat kisah kehidupan petani sederhana yang penuh semangat juang, menjunjung tinggi harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Pesan-pesan kehidupan tersirat dalam setiap gerakan yang ditampilkan.
Sebagai penutup, Kontingen Gunungkidul menghadirkan Drama Rasulan dan Reog, sebuah perpaduan seni pertunjukan khas yang menghibur sekaligus menyampaikan nilai-nilai budaya dan tradisi masyarakat setempat. Seluruh peserta PWD tampak antusias dan bersemangat menyaksikan penampilan dari tiap kontingen.



























