JAKARTA — Hari keenam Perkemahan Pramuka Berkebutuhan Khusus (PPBK) Tingkat Nasional tahun 2025 diisi dengan Olahraga Persahabatan, Giat Prestasi, dan Kesakaan, Senin, 18 Agustus 2025.
Kegiatan ini menjadi sebuah agenda menarik bagi para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia termasuk dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Salah satu kegiatan olahraga persahabatan adalah panahan. Bertempat di Lapangan Pendopo Perkemahan Putri (Kempi) 3, mulai pagi para peserta secara rotasi mengikuti kegiatan panahan dengan pendampingan tim ahli.
Sebagian peserta dari kontingen DIY khususnya untuk yang hambatan pendengaran/rungu berkesempatan mengikuti giat olahraga panahan ini.
Panahan memberikan pengalaman olahraga yang adaptif dan menantang bagi Pramuka dengan hambatan pendengaran (rungu) melalui kegiatan panahan, guna melatih fokus, koordinasi tubuh, pengendalian diri, serta memperkuat rasa percaya diri dan keberanian.
Para peserta mengikuti sesi panahan secara bergiliran dalam format latihan individu. Setiap peserta menggunakan 1 busur, 3 anak panah, dan diarahkan untuk membidik target yang telah disiapkan.
Sebelum memulai panahan, instruktur memberikan penjelasan melalui demonstrasi gerakan dan instruksi visual. Pendamping atau pembina membantu peserta dalam posisi berdiri, teknik menarik busur, dan menjaga keselamatan.
Sementara target diletakkan pada jarak pendek yang disesuaikan dengan kemampuan peserta.
Ada penilaian dalam giat panahan ini. Penilaian bersifat non-kompetitif dan berfokus pada partisipasi, teknik dasar, dan ketepatan membidik. Dalam hal ini, panitia menyiapkan alat keselamatan seperti pelindung lengan dan area aman panahan yang dibatasi dengan tali atau rambu.
Dengan mengikuti kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat menunjukkan kemandirian dalam mengikuti instruksi visual atau demonstratif selama kegiatan.
Selain itu juga peserta dapat meningkatkan rasa percaya diri melalui keberhasilan dalam menyelesaikan tantangan, membangun sikap sportivitas, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama dalam suasana inklusif. (cst)



























