YOGYAKARTA — Kegiatan Youth Leadership Course: Kepemimpinan Pancasila di Era Digital menampilkan berbagai gagasan kreatif dan inovatif dari para peserta.
Dalam sesi presentasi yang berlangsung pada Senin, 27 Oktober 2025 malam, tiga kelompok memaparkan proyek yang mengangkat tema ekonomi kreatif, pelestarian budaya, dan komunitas digital dengan pendekatan berkelanjutan.
Kelompok Rantai, yang terdiri atas delapan peserta, mempresentasikan proyek ekonomi kreatif berjudul Cafe Lima Saudara. Proyek ini dirancang sebagai wadah kewirausahaan sekaligus ruang pengembangan kreativitas masyarakat.
Tidak hanya berfungsi sebagai tempat menikmati hidangan, Cafe Lima Saudara juga diinisiasi sebagai ruang kerja, pembelajaran seni, dan aktivitas berbagi pengetahuan lintas komunitas.
Salah satu nilai lebih dari konsep ini adalah penyediaan ruang bagi para seniman untuk berkarya dan memberikan pelatihan kepada pengunjung.
Di samping itu, proyek ini dilengkapi dengan rencana proyeksi pendapatan serta model pemberdayaan tenaga kerja lokal, sehingga memiliki keberlanjutan dan potensi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, kelompok Padi Kapas yang dibimbing oleh Kak Nanang memaparkan proyek pelestarian budaya melalui platform Jogobudoyo.id.

Platform ini dikembangkan sebagai sarana yang menjembatani generasi muda dalam upaya melestarikan seni dan budaya, baik berupa tradisi, nilai-nilai kehidupan, hingga kegiatan sosial berbasis kearifan lokal, termasuk salah satunya budaya khas Kabupaten Tuban.
Melalui Jogobudoyo.id, para peserta berharap generasi muda tidak hanya menjadi penikmat atau penonton dalam arus modernisasi, tetapi turut terlibat aktif dalam menjaga dan meneruskan identitas budaya bangsa.
Kegiatan Youth Leadership Course ini menjadi ruang pembelajaran dan praktik langsung nilai-nilai Pancasila yang relevan dengan perkembangan era digital, sekaligus mendorong lahirnya gagasan strategis yang berdampak sosial dan budaya.
Kelompok terakhir, Beringin, mempresentasikan sebuah konsep Digital Society dan Literasi Digital dengan nama Nalarika yang akan dimulai dengan kampanye-kampanye positif yang diharapkan bisa menjadi ruang khusus bagi seluruh lapisan masyarakat.
Setiap presentasi yang disajikan mendapatkan sambutan hangat dari kelompok lain dan merespon dengan memberikan tanggapan atau pertanyaan terkait hal-hal yang disampaikan.
Diskusi semakin seru dengan usulan, masukan, sekaligus kritikan dari kelompok lainnya, sehingga rencana proyek perubahan sosial yang dibuat akan lebih sempurna.



























