GUNUNGKIDUL — Dewan Kerja Cabang (DKC) Gunungkidul menyelenggarakan Pengembaraan Wira Dhaksinarga (PWD) XXXIV pada 25 sampai dengan 28 Oktober 2025. Puncaknya yaitu Malam Wiraarga yang digelar pada Senin, 27 Oktober 2025 di Lapangan Sidoharjo, Tepus.
Sekitar pukul 20.00 WIB, Bupati Gunungkidul selaku Ketua Majelis Pembimbing Tingkat Cabang (Mabicab) Gunungkidul, Kak Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P. tiba di lokasi.
Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza dan Hymne Satya Darma Pramuka, prosesi Upacara Api Unggun dimulai bersama Kak Endah sebagai Pembina upacara.
Seluruh peserta PWD berdiri membentuk lingkaran persaudaraan di tengah Lapangan Sidoharjo. Upacara berlangsung khidmat, panduan acara disampaikan menggunakan untaian kalimat puitis. Penyalaan api dasa darma dikemas dalam drama yang kental akan kearifan lokal.
Dalam amanatnya, Kak Endah menyampaikan bahwa pengembaraan ini bukan sekedar berkumpul dan berjalan-jalan, namun sebagai ajang penempaan diri.
“Kobarkan semangat kalian seperti nyala api unggun di tengah-tengah kita. Semangat para pemuda adalah modal membangun Indonesia yang lebih maju dan berdaulat,” tegas Kak Endah.
Pihaknya juga mengutip peribahasa “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” bahwa anggota Gerakan Pramuka harus mampu beradaptasi dengan masyarakat atau tempat di mana ia berada dengan menghargai adat dan budaya yang ada dan tetap mempertahankan jati dirinya.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Endah juga mengajak seluruh peserta PWD menjadi pelopor dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) serta pelopor keselamatan berlalu lintas.
Belum usai amanat disampaikan, hujan deras turun mengguyur.
Di tengah guyuran hujan, api tetap membara membakar unggun. Kak Endah mengakhiri amanat dengan menyampaikan harapan peserta PWD menjadi pribadi yang tangguh menghadapi segala tantangan.
Selepas upacara, Malam Wiraarga dilanjutkan dengan penampilan pentas potensi dari umpi terpilih yaitu Tari Andhira oleh umpi Dewi Kunthi pangkalan SMK Negeri 1 Nglipar, drama prosesi Tingkeban oleh umpi Tirta pangkalan SMK Negeri 1 Saptosari, dan Tari Jalmaning Jlamprong oleh umpi Antasena pangkalan SMA Negeri 1 Rongkop.
Penampilan dilanjutkan dengan Tari Nyadran Suci oleh umpi Srikandi pangkalan SMA Negeri 1 Wonosari, kethoprak Ajisaka oleh umpi Sela pangkalan SMK Negeri 1 Saptosari, dan ditutup dengan Tari Hujan oleh umpi Bathara Kala pangkalan SMK Negeri 2 Wonosari. Rangkaian acara diakhiri dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan Syukur.



























