YOGYAKARTA — Suasana meriah memenuhi halaman kantor Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) pada Jumat, 26 September 2025 malam.
Sebanyak 22 regu putri peserta Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang Empat (LT-IV) menampilkan beragam kesenian daerah dalam ajang Giat Prestasi Pentas Budaya. Agenda ini berlangsung mulai pukul 19.30 WIB.
Masing-masing regu tampil secara bergantian sesuai nomor urut, dengan durasi maksimal 7 menit. Ragam kesenian yang ditampilkan pun bervariasi, mulai dari tari tradisional, musik daerah, hingga drama bernuansa budaya lokal.

Kriteria penilaian mencakup kesesuaian tema, deskripsi cerita, kekompakan regu, penampilan, ketepatan waktu, hingga sarana yang digunakan. Dewan juri yang terdiri dari unsur Kwarda memberikan apresiasi tinggi atas semangat dan kekompakan tiap regu.
Beberapa penampilan yang menarik perhatian seperti Manuk Dadali yang menggambarkan keperkasaan burung garuda sebagai lambang kejayaan bangsa Indonesia Nusantara mengangkat tema perjuangan perempuan Jawa. Sementara itu, terdapat Regu yang menceritakan tentang The Guardian of Nusantara.

Dengan semangat dan kreativitas yang ditampilkan, Pentas Budaya Putri malam ini menjadi bukti bahwa generasi muda Pramuka siap menjaga serta melestarikan budaya bangsa melalui karya seni yang membanggakan dan memukau.



























