KULON PROGO — Kegiatan malam pertama di Perkemahan Wirakarya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2025 usai dibuka secara resmi adalah Malam Sugeng Rawuh, Jumat, 4 Juli 2025.
Malam sugeng rawuh dilaksanakan di Lapangan Kalurahan Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo diikuti oleh seluruh peserta dan diisi denga Talkshow Istimewa menghadirkan 3 narasumber luar biasa.
Mereka adalah Kak Drs. Iqmal Thabir M.Si. dari Departemen Kimia UGM, Kak Dr. Inggar Bagus Wibisana, A.P.,M.M., dan Kak Danang Setiadi, S.I.P., M.T., Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY Bidang Pengabdian Masyarakat, Penanggulangan Bencana, dan Lingkungan Hidup.
Talkshow ini membahas isu-isu lingkungan yang ada di DIY, dampak negatif terhadap masyarakat, dan bagaimana dalam segi kepramukaan bisa diajak untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan melalui Tri Satya dan Dasa Dharma.
Selain itu, bagaimana menerapkan prinsip 3R yaitu Reduce, Reuse, Recycle serta mendaur ulang barang bekas dengan kreativitas dari masing-masing pribadi.
Talkshow ditutup dengan simbolisasi penyerahan sarana pendukung tempat pemilahan sampah kepada Lurah Wijimulyo dan penampilan dari tim senam angguk hasil dari Pekan Kelurahan Olahraga Wijimulyo.
Sebelumnya disampaikan beberapa sambutan mengawali Malam Sugeng Rawuh. Yaitu dari Ketua Dewan Kerja Daerah, Kak Anashatierra Maritzaiva, Lurah Kelurahan Wijimulyo Kak Sri Trimaningsih, yang berterimakasih atas kegiatan yang diadakan dan sangat bermanfaat bagi peserta dan juga masyarakat sekitar.
Kemudian sambutan dari Ketua Kwartir Cabang Kulon Progo yang mana dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Kwartir Cabang, Kak Mudopati Purbohandowo, S.STP. Pihaknya berharap bahwa tidak hanya Sokorojo yang terdampak, namun kelurahan sekitar juga ikut terdampak.



























