GUNUNGKIDUL — Dalam rangka pengembangan dan penguatan kapasitas Ticket to Life dan menindaklanjuti kegiatan Bimbingan Teknis yang diselenggarakan pada 30 Agustus 2025 lalu, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Implementasi Program ke Kwartir Cabang.
Kunjungan Pemantauan di Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Gunungkidul dilaksanakan pada hari ini Rabu, 10 Desember 2025 bertempat di Sanggar Bakti Pramuka Kwarcab Gunungkidul.
Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang Anggota Pramuka yang terdiri dari 5 orang tim Kwarda DIY dan 10 orang dari unsur Pimpinan/Andalan Kwarcab serta Tim Ticket to Life Kwarcab Gunungkidul.
Rincian agenda yang dilaksanakan meliputi pembukaan, paparan tentang program Ticket to Life dari Kwarda DIY, paparan program Ticket to Life Kwarcab, serta Focus Group Discussion tentang Tantangan dan Strategi pelaksanaan program di Cabang.

Dalam Kesempatan ini Kak Sarjita, selaku Tim Leader Ticket to Life Kwarda DIY menyampaikan langkah percepatan penyusunan rencana program kegiatan yang meliputi pemilihan cluster sasaran peserta yang sesuai, menyusun rencana program kegiatan latihan rutin dan yang tidak kalah penting membuat Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak yang terkait.
Kemudian telah dipaparkan rencana Ticket to Life Kwarcab Gunungkidul oleh Kak Murdono Yudhi Susanto, yang menyampaikan bahwa sasaran peserta merupakan anak-anak tidak beruntung secara finansial dan keluarga yang tergabung dalam Panti Asuhan Anak Yatim Kelor, beralamat di Karangmojo dengan usia penggalang SMP sebanyak 12 orang dan usia Penggalang SD sebanyak 4 orang.
Kegiatan akan aktif dilaksanakan pada tahun 2026. Implementasi program berorientasi pada kemampuan softskill, keterampilan kepramukaan dan kewirausahaan (pemberdayaan ekonomi).
Sebelum acara berakhir, dalam sesi Focus Group Discussion Kak Sarjita berpesan agar nantinya dapat menyusun proposal yang diajukan ke APR setelah 6 bulan berkegiatan untuk mendukung pembiayaan. Kemudian pihaknya juga menyampaikan agar dapat mengajukan proposal kepada CSR untuk mendapatkan bantuan pendanaan.
Sebagai penutup, Kak Dijah Inprijati selaku Andalan Cabang Urusan Lingkungan Hidup turut menyampaikan perlunya dibuat Rencana Anggaran kegiatan Ticket to Life dari program kegiatan yang telah direncanakan. Ia menegaskan bahwa materi edukasi Lingkungan Hidup penting diberikan kepada anak-anak nantinya.



























