YOGYAKARTA — Dalam rangka melakukan refreshing terkait 3T (Tracing, Testing, Treatment) kepada jaringan desa hingga RT khususnya implementasi pencegahan lonjakan kasus COVID-19 di Yogyakarta, Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) selenggarakan penguatan, sharing pengalaman, dan refreshing penanganan kasus COVID-19, Jumat (12/11/2021).
Bertempat di Aula Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) Kompleks Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna, Babarsari, Sleman, Yogyakarta, kegiatan ini diikuti oleh FPRB Kalurahan atau Sangat COVID-19 Kalurahan se-DIY. Masing-masing kabupaten/kota diwakili 2 Kalurahan mengirimkan masing-masing 4 orang.
Disampaikan oleh Kak Bambang Sasongko (Kokok), Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat dan Pramuka Peduli (Pusdimas PP) Kwarda DIY selaku Koordinator Bidang III Partisipasi, Pengembangan Kerjasama, dan Kemitraan FPRB, bahwa jaringan Satgas Desa telah terbentuk dan menjadi platform yang efektif untuk mendukung pencegahan risiko lonjakan kasus.

Kak Kokok juga menjelaskan bahwa kegiatan ini turut dihadiri dan didukung oleh Kak Mart Widarto yang sebelumnyua pernah terlibat menjadi tim penyusun buku Manajemen Risiko Kegiatan Alam Terbuka Kwarda DIY yang juga sharing pengalaman terkait penanganan kasus di Kalurahan Jambidan.
Dalam kondisi saat ini menurut FPRB, refreshing penanganan COVID-19 dan proses 3T berbasis komunitas sangat perlu dilakukan karena DIY merupakan salah satu daerah persinggahan dan tujuan liburan dari banyak kota di Indonesia.
“Sehingga risiko lonjakan kasus positif COVID-19 juga dapat terjadi,” terang Kak Kokok.
Hal ini juga diharapkan secara khusus untuk Kwarda DIY dengan potensi anggota pramukanya sebagai Duta Perubahan Perilaku untuk bisa mendukung kegiatan-kegiatan pencegahan lonjakan kasus COVID-19 melalui edukasi dan sosialisasi adaptasi kebiasaan baru. (cst)



























