YOGYAKARTA — Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara resmi meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Kolaboratif Skema Khusus Edukasi dan Mitigasi Bencana Tahun 2026 pada Rabu pagi, 4 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kaca Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna, Babarsari, Sleman, sebagai bagian dari penguatan peran Pramuka dalam isu-isu kebencanaan dan ketangguhan masyarakat.
Program dirancang sebagai bentuk kerja sama antara dunia pendidikan tinggi dan Gerakan Pramuka, dengan tujuan menjembatani pengetahuan akademik dengan praktik lapangan. Melalui kolaborasi ini, Pramuka tidak hanya menjadi sasaran kegiatan, tetapi juga terlibat aktif sebagai mitra penggerak dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat.


Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan dan peluncuran program, dilanjutkan dengan penyerahan simbolis kerja sama antara UMY dan Kwarda DIY. Setelah itu, kegiatan tidak berhenti pada seremoni, melainkan langsung berlanjut pada pelaksanaan pelatihan tematik yang terbagi ke dalam beberapa kelas sesuai bidang pengabdian.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, antara lain Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., serta perwakilan Direktorat Riset dan Pengabdian UMY yang dikoordinasikan oleh Dr. drg. Laelia Dwi Anggraini, Sp.KGA. selaku Kepala Sub-Direktorat Pengabdian. Hadir pula para dosen UMY yang terlibat langsung sebagai pelaksana Program Pengabdian Masyarakat Tahun 2026, yang akan mendampingi rangkaian pelatihan dan implementasi kegiatan di lapangan, mulai dari penguatan literasi dan komunikasi kebencanaan, kesehatan kebencanaan, hingga mitigasi bencana berbasis kearifan lokal dan kolaborasi lintas sektor.
Peserta program terdiri dari unsur Dewan Kerja, Satuan Karya, Pramuka Peduli, Andalan bidang pengabdian masyarakat dan penanggulangan bencana, serta pengurus kepramukaan dari berbagai kabupaten/kota se-DIY. Mereka mengikuti pelatihan yang dibagi ke dalam tiga kelas utama.
Pelatihan Kelas A berfokus pada Penguatan Literasi dan Komunikasi Kebencanaan Berbasis Bahasa, Nilai, dan Kepemudaan. Kelas ini menekankan pentingnya kemampuan menyampaikan informasi kebencanaan secara tepat, kontekstual, dan mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Pelatihan Kelas B mengangkat tema Penguatan Kapasitas Kesehatan Kebencanaan melalui Deteksi Dini, Manajemen Obat, dan Kesiapsiagaan Relawan. Pada kelas ini, peserta dibekali pemahaman dasar terkait kesiapsiagaan kesehatan dalam situasi bencana, termasuk peran relawan Pramuka dalam mendukung layanan kesehatan darurat.
Sementara itu, Kelas C membahas Penguatan Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal dan Kolaborasi Pentahelix. Kelas ini menekankan pentingnya memadukan nilai-nilai lokal, peran komunitas, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan media dalam membangun sistem mitigasi bencana yang berkelanjutan.

Adapun narasumber sekaligus fasilitator masing-masing kelompok kelas sebagai berikut :
Kelas A – Literasi & Komunikasi Kebencanaan
- Fitria Rahmawati, S.Pd., M.Hum.
- Maryam Sorohiti, S.S., M.H.Sc.
Kelas B – Kesehatan Kebencanaan
- drg. Any Setyawati, Sp.KG.
- apt. Indra Putra Taufani, M.Sc.
- Dr. apt. Muhammad Thesa Ghozali, M.Sc.
Kelas C – Mitigasi Bencana & Kolaborasi Pentahelix
- Rachmawati Husein, MCP, Ph.D.
- Helen Dian Fridayani, S.IP., M.IP., Ph.D.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, juga dilakukan peresmian Fasilitas Pengelolaan Sampah Mandiri di kawasan Bumi Perkemahan Babarsari. Fasilitas ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung kegiatan, tetapi juga sebagai media edukasi lingkungan bagi anggota Pramuka, mahasiswa, dan masyarakat sekitar.
Melalui program ini, Kwarda DIY dan UMY menegaskan komitmen bersama untuk membangun model pengabdian masyarakat yang tidak bersifat sesaat. Kolaborasi ini diarahkan agar berdampak langsung, terukur, dan berkelanjutan, khususnya dalam memperkuat kapasitas Pramuka sebagai garda terdepan edukasi, mitigasi, dan kesiapsiagaan bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta.(Kak Iped/LA)



























