SLEMAN — Saka Kalpataru Sleman berkunjung ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Madurejo Prambanan untuk mempelajari pengelolaan limbah tinja, Jumat (24/06/2022).
Latihan krida ini diikuti oleh Anggota dan Calon Anggota angkatan VII Saka Kalpataru Sleman sejumlah 15 orang. Kegiatan dimulai dengan pembukaan dilanjutkan mengamati proses pengelolaan limbah tinja yang dipandu oleh operator IPLT.
IPLT Prambanan yang mulai beroperasi pada tahun 2018 ini mengelola limbah tinja yang bersumber dari rumah tangga dan industri, dimana limbah tinja tersebut diangkut oleh armada dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Sleman dan juga pihak swasta.
Keberadaan IPLT sangat penting mengingat lumpur tinja tidak boleh langsung dibuang ke badan air, dikarenakan mengandung pencemar organik tinggi, selain itu kandungan nitrogen dan fosfor pada lumpur tinja jauh lebih tinggi.
Metode yang digunakan di IPLT Prambanan ini berupa sistem kolam dikombinasikan dengan pengelolaan awal pemisahan padatan-cair. IPLT ini berkapasitas sebanyak 23 m3 yang diasumsikan dihasilkan oleh 12.500 KK atau 50.000 jiwa dan diprediksi bisa menampung dan mengelola limbah tinja hingga 20 tahun yang akan datang.

Hasil akhir dari IPLT berupa air limbah efluen yang lebih dulu di tampung selama setengah hari di kolam bio indikator kemudian dialirkan ke badan air, sedangkan padatannya (cake) dimanfaatkan sebagai bahan pupuk tanaman.
Kak Tohari, staf Seksi Pengelolaan Air Limbah menyampaikan bahwa saat ini sedang dikembangkan mesin pengering sehingga padatan yang dihasilkan lebih efektif dan efisien.
“Sehingga siap dimanfaatkan oleh petani sebagai pupuk,” ujarnya.
Selain itu, petani dapat mengambil padatan limbah untuk dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman secara gratis. Latihan krida ini dihadiri pula oleh Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega tingkat Cabang (DKC Sleman, Pamong Saka, dan Pimpinan Saka.
__
Dewan Saka Kalpataru Sleman



























