YOGYAKARTA — Gugusdepan Kota Yogyakarta 03.031 – 03.032 yang berpangkalan di SMP Negeri 8 Yogyakarta, menyelenggarakan Kemah Galang “Impeesa Scout Camp tahun 2025″ bagi peserta dididk kelas 8.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu sampai dengan Jum’at, 30 April hingga 2 Mei 2025, di Bumi Perkemahan Rama Shinta, kompleks Candi Prambanan, Sleman Yogyakarta.
Impeesa Scout Camp 2025 diikuti oleh 124 penggalang putra dan 153 penggalang putri, yang terbagi ke dalam 16 regu putra dan 20 regu putri dengan mengusung tema “Menciptakan Generasi Tangguh, Cerdas, Berkarakter dan Berbudaya.”
Pada upacara pembukaan Kepala Sekolah selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan Kak Dra. Binarsih Sukaryanti, M.Pd., menyampaikan bahwa Kegiatan perkemahan ini harus diikuti dengan rasa senang.
“Apalagi kalian dulu pernah merasakannya (kemah pada saat kelas 7), dari panitia sudah menyiapkan agenda yang mungkin sama namun dalam kemasan yang berbeda,” ujar Kak Binarsih.
Lebih lanjut Kamabigus juga berpesan bahwa setelah perkemahan ini, para peserta didik diharapkan dapat meningkatkan kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab dan empati.
Adapun jenis kegiatan yang dilaksanakan antara lain mendirikan tenda, yel-yel regu, sesorah, membuat tiang bendera, jelajah candi, wolf hunter, video dokumenter, scoutventure, api unggun dan pentas seni. Lomba baris – berbaris dan Senam Pramuka Istimewa.
Seluruh kegiatan dibersamai oleh Dewan Penggalang SMP Negeri 8 Yogyakarta yang telah dibekali kemampuan memdampingi dan mengelola kegiatan dengan baik.
Sebagai bentuk dari dukungan terhadap Program Adiwiyata SMP Negeri 8 Yogyakarta, setelah upacara pembukaan dilanjutkan dengan aksi penanaman bibit pohon oleh Kamabigus, didampingi oleh peserta, dewan penggalang dan pembina.

Aksi ini menjadi simbol komitmen generasi muda dalam menjaga kelestarian alam. Selain itu, di tiap tenda juga diminta untuk memilah sampah, dan pada sore hari Dewan Penggalang kan berkeliling untuk menyortir sampah yang ada di setiap tenda.
Pada upacara penutupan dan juga dilaksanakan peringatan Hari Pendidikan Nasional, Ketua Gugusdepan Kak Nanang Sahid Wahyudi, S.Pd, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya Kak Nanang berpesan tentang ajaran Ki Hajar Dewantara.
Yaitu, Sistem Among dalam gerakan Pramuka, “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani.” Menurutnya, ajaran ini dapat digunakan dalam kehidupan sehari – hari.
“Apalagi nanti kalian menjadi pemimpin di sebuah organisasi, paling tidak di keluarga. Ajaran ini menerapkan sikap yang harus di miliki setiap peserta didik yang nantinya akan membentuk peserta didik menjadi pribadi yang berjiwa merdeka, disiplin, dan mandiri,” tegasnya.
Kemah Galang Impeesa 2025 menjadi wadah pembinaan karakter yang menyenangkan dan bermakna, memperkuat nilai-nilai kepramukaan di tengah semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.



























