YOGYAKARTA — Kehumasan dan keprotokolan memegang peranan krusial sebagai garda dalam membangun citra dan institusi. Kehumasan tidak hanya berfungsi sebagai jembatan informasi antara universitas dengan pubik, tetapi juga sebagai arsitek reputasi yang merancang persepsi positif di mata masyarakat.
Sementara itu, bidang keprotokolan menjadi wadah penyelenggaraan acara resmi, memastikan tiap kegiatan berjalan dengan khidmat, tertib, dan teratur sesuai kaidah yang berlaku.
Sinergi ini kembali dibangun oleh Tim Hubungan Masyarakat dan Protokol (Humpro) Pramuka UGM dengan menggelar kelas Humpro seri ketiga. Mengusung tema “Keprotokolan”, Ketua Tim Protokol UGM, Jack Haryanto menjadi pembicara dalam kelas Humpro yang diselenggarakan di Sanggar Bakti Pramuka UGM, Senin, 3 November 2025.
“Keprotokolan dapat dikatakan sebagai garda terdepan dalam pelayanan terhadap pimpinan serta menjaga martabat dan wibawa pimpinan. Kesan pertama suatu lembaga dapat dilihat dari pelayanan keprotokolannya. Maka dari itu, saya sampaikan bahwa tim protokol bukan gagah-gagahan tetapi adaptif dengan keadaan,” ujar Kak Jack.
Untuk memberikan pemahaman yang utuh, Jack Haryanto merujuk langsung pada definisi dalam UU No. 9 Tahun 2010. Ia menggarisbawahi undang-undang tersebut dengan mendefinisikan keprotokolan sebagai rangkaian kegiatan dengan aturan yang resmi dan spesifik.
“Keprotokolan ini meliputi tata tempat, tata upacara dan tata penghormatan,” jelasnya.
Tak hanya teori, Jack juga menyoroti beberapa kesalahan umum dalam praktik. Salah satu unsur keprotokolan yang mendapat perhatian khusus adalah peran MC.
Ia memberikan contoh kekeliruan yang sering terjadi, seperti penggunaan frasa “waktu dan tempat kami persilakan” yang dianggap tidak tepat, kurangnya riset saat menyebut gelar tamu, dan etika dalam menyapa tamu yang datang.
Tak hanya teori, di kelas tersebut juga terdapat praktik penyusunan tempat duduk dan foto formal yang langsung dipraktikkan oleh peserta di kelas. Sesi terapan ini membuat peserta lebih interaktif dan dapat belajar langsung, bukan sekadar menerima materi.

Kelas Humpro seri ketiga ini diikuti belasan peserta dari anggota UKM Pramuka UGM. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali anggota dengan pemahaman, keterampilan, dan sikap profesional keprotokolan agar siap bertugas dalam berbagai acara mulai dari agenda internal UKM, skala universitas, hingga DI. Yogyakarta.
Ketua Racana Gadjah Mada, Kak M. Fahmi Rafsanjani, D. berharap, pelatihan ini dapat menjadi bekal berharga bagi anggota pramuka.
“Melalui materi yang kita pelajari bersama, terutama dalam sesi praktik, semoga benar-benar melekat dan bermanfaat. Kami berharap rekan-rekan bisa lebih siap dan percaya diri untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga citra baik Pramuka UGM di berbagai kegiatan,” pungkasnya.



























