KULON PROGO — Budidaya Maggot merupakan salah satu kegiatan pelatihan pada kegiatan Perkemahan Wirakarya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2025 dengan menghadirkan narasumber Kak Warsilah dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Kabupaten Gunung Kidul.
Kak Warsilah memulai budidaya maggot dalam skala kecil. Tentunya memiliki banyak manfaat, terutama dalam pengelolaan sampah organik dan sebagai sumber pakan ternak yang bernutrisi tinggi.
Pelatihan budidaya maggot ini diikuti oleh perwakilan dari kontingen cabang dan juga melibatkan 12 orang dari masyarakat kalurahan Wijimulyo.
Yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode ember tumpuk dalam pengelolaan budidaya maggot. Dibuat dari sisa-sisa sayuran, nasi, dan kulit buah-buahan.
“Manfaat dari ember tumpuk ini adalah menghasilkan maggot, menghasilkan pupuk kompos padat dan menghasilkan pupuk organik cair,” ujarnya.
Selain sharing tentang manfaat yang didapat, Kak Warsilah juga memberikan pengetahuan mengenai cara pembuatan ember tumpuk tersebut.
“Maggot dapat muncul dalam waktu 4 hari dengan catatan yang datang adalah lalat hitam, bukan lalat hijau. Jika lalat hijau nanti jadinya belatung,” terangnya.
Lebih lanjut Kak Warsilah berharap agar peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan yang didapat kepada teman-teman yang lain, keluarga, bahkan masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kolaborasi dari Yakkum Emergency Unit (YEU) yang sukses dalam implementasi project IDEAKSI, dimana dalam kegiatan ini KWT Melati Gunungkidul yang tuntas dan mencapai keberhasilan dalam program pengelolaan sampah di project tersebut.



























