YOGYAKARTA — Kak Marcellina Santika Gitaratri (Riri) merasakan pengalaman yang menyenangkan saat pertama kali berbincang panjang dengan orang dari luar Indonesia secara langsung saat Pramuka Kaledonia Baru berkunjung ke Kampung Pramuka Gunungketur, Selasa, 28 Januari 2025.
Dalam pertemuan dengan (Scouts de Nouvelle Caledonie) tersebut, ia merasa sedikit malu dan ragu awalnya untuk menyapa mereka, tetapi justru beberapa dari mereka menyapa lebih dulu dan mengajaknya untuk berbincang.
Meskipun ada kendala dalam komunikasi, karena mereka tidak bisa berbahasa Inggris dengan lancar, namun semangat mereka untuk berkomunikasi tetap terlihat jelas. Mereka berusaha semaksimal mungkin mencari cara agar bisa saling mengerti, bahkan mencoba belajar beberapa kata dalam bahasa Indonesia.
“Mereka juga antusias belajar bahasa indonesia dengan adik-adik penggalang yang juga turut hadir,” ujar Kak Riri.
Obrolan yang terjadi pun cukup ringan, mulai dari pertanyaan tentang nama, usia, hingga kesan mereka selama berada di Yogyakarta beberapa hari ini.

Mereka juga sempat membahas mengenai kegiatan kepramukaan yang ada di Kaledonia Baru, tempat asal mereka. Kak Riri menikmati suasana yang penuh keakraban meskipun ada perbedaan bahasa.
Tak hanya itu, Pramuka Kaledonia Baru juga mengikuti berbagai kegiatan menarik, seperti belajar membuat jamu tradisional Indonesia, mencoba jamu, serta mengikuti workshop eco print dan jumputan.
Bersama salah satu Pramuka Kaledonia Baru, Kak Riri melakukan pewarnaan ecoprint. Coline namanya. Coline menyampaikan bahwa ia sangat menikmati kegiatan yang diikutinya. Coline juga menyebutkan bahwa Yogyakarta itu sangat cantik, dan ia merasa senang bisa berkunjung.
Momen ini tentu saja menjadi pengalaman berharga bagi Kak Riri dan teman-temannya, serta membuka peluang untuk saling bertukar budaya dan pengalaman dengan kepanduan lain melalui gerakan pramuka.



























