SLEMAN — Hari ini, Rabu, 29 Januari 2025, Kak Fayraea Aqila Malik berbagi cerita tentang pengalamannya yang penuh warna bersama kontingen Pramuka Kaledonia Baru selama berpetualang di Yogyakarta.
Awalnya Kak Raya, demikian ia akrab disapa merasa sedikit gugup, karena memang baru pertama kali bertemu. Sesampainya di hotel tempat Pramuka Kaledonia Baru menginap, mereka disapa oleh Kiara dan Lia dari pramuka dari Kaledonia Baru.
Mereka pun mulai saling bertanya tentang kehidupan masing-masing, seperti liburan, hewan peliharaan, dan kehidupan sehari-hari di New Caledonia.
Setelah briefing, mereka menaiki bus menuju lokasi kunjungan pertama. Kak Raya duduk di sebelah salah satu Pramuka Kaledonia Baru. Namun karena terbatasnya kemampuan Bahasa Inggris mereka, akhirnya temannya yang lebih fasih menerjemahkan percakapan yang dilakukan.
Di tengah perjalanan, Kak Raya mulai ngobrol dengan Coline, yang duduk di sebelah kirinya. Mereka berbincang tentang makanan favorit, legenda di New Caledonia, serta kebiasaan unik mereka di sana, seperti tidak adanya makanan pedas secara alami, melainkan menggunakan saus pedas.
“Coline bahkan memberi aku nomor WhatsApp dan kami tukeran (saling bertukar) Instagram,” ujar Kak Raya.

Agenda kunjungan Pramuka Kaledonia Baru hari ini ke Bumi Perkemahan Karang Pramuka yang disambut hangat oleh kakak-kakak dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Sleman, Dewan Kerja Cabang (DKC) Sleman, Saka Kominfo Sleman, dan Saka Pariwisata Sleman. Setelah itu bersama-sama menuju Gardu Pandang Merapi dan Tlogo Putri.
“Mereka lebih friendly dari yang aku bayangkan. Bahkan, Owen dan teman-temannya di destinasi kedua sempat ngajak aku cuci tangan dan memberi perhatian ekstra, seperti memberikan makanan lebih,” ungkap Kak Raya.
Owen juga sempat mengajarkan beberapa kata dalam bahasa Prancis, yang membuat Kak Raya merasa lebih dekat dengan mereka. Setelah beberapa destinasi, Kak Raya merasa senang bisa bertemu dengan banyak orang baru. Meskipun ada momen kecil yang mengharukan, seperti kehilangan pin kesukaannya, pengalaman hari itu tetap berkesan.
“Meskipun ada hal-hal kecil yang terjadi, aku merasa sangat dihargai dan diterima dengan baik. Kesan mereka terhadap Jogja juga sangat positif,” kata Raya menutup ceritanya.
Pengalaman ini tidak hanya mempererat hubungan antar peserta, tetapi juga membuka wawasan dan persahabatan lintas budaya yang tak terlupakan.



























