YOGYAKARTA — Kak GKR Mangkubumi, Ketua Dewan Pembina Yayasan Bakti Indonesia Emas dan juga Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) 2015-2025 sampaikan materi di Pelatihan Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila, Sabtu, 25 Oktober 2025.
Dalam kesempatan ini, Kak GKR Mangkubumi yang juga pernah menjadi Wakil Ketua Kwartir Nasional ini menyampaikan materi tentang Norma dan Etika Kepemimpinan Gerakan Pramuka.
Mengawali paparannya, Kak GKR Mangkubumi menceritakan bahwa pendidikan yang diberikan oleh orang tua bahwa sebagai perempuan harus bisa kuat dan mandiri.
Penguatan dari Ayahanda, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa putri-putrinya harus punya pendidikan tinggi dan menggapai cita-cita.
Dari salah satu cerita yang disampaikan, Kak GKR Mangkubumi pernah berpengalaman dalam bisnis jual ayam. Dari penjualan ayam ini ada banyak pembelajaran terkait dengan mental dan juga menganalisa fluktuasi.
Kemudian juga pengalaman dalam berbisnis jualan beras pernah dilakukan oleh Kak GKR Mangkubumi dengan modal yang diberikan oleh Ayahanda. Namun demikian, Kak GKR Mangkubumi secara minat lebih memilih untuk dekat dengan masyarakat dengan jiwa sosialnya yang tinggi.
Pengalaman berikutnya yang pernah dijalani oleh Kak GKR Mangkubumi adalah bergabung di organisasi, salah satunya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), sebuah organisasi kepemudaan yang berdiri sejak 23 Juli 1973.
Setelah mencoba untuk memperbaiki KNPI, Kak GKR Mangkubumi bercerita bahwa dia kemudian diminta untuk menjadi Ketua Kwarda DIY mulai 2015.
“Melalui organisasi saya bisa belajar banyak, menyelesaikan berbagai masalah, mempunyai banyak teman, dan mengenal banyak karakter orang,” ujarnya.
Menurutnya, dari sekian banyaknya pengalaman di organisasi yang dijalani, membuat Kak GKR Mangkubumi semakin percaya diri dan menjadikan sebuah pembelajaran untuk menghadapi kehidupan. Lebih lanjut ia menegaskan bahwa menjadi perempuan itu harus berani, karena punya potensi.
Salah satu pesan yang disampaikan oleh Kak GKR Mangkubumi kepada para peserta Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila hari ini, ketika sudah menjadi orang yang sukses atau pemimpin, harus bisa bermanfaat untuk manusia lainnya.
Selain itu, Kak GKR Mangkubumi juga meminta agar para peserta tidak menganggap budaya itu kuno, namun sebuah kekayaan yang memberi terang pada dunia. Termasuk bahasa, adat istidat, dan lainnya.
Melalui paparannya, Kak GKR Mangkubumi memberikan secara detail pengertian-pengertian norma, etika, adab, serta sopan santun dalam berorganisasi. Di dalamnya juga ada istilah empan papan, yang maksudnya bertindak dan menempatkan sesuatu pada tempatnya.
Kak GKR Mangkubumi kemudian memberikan contoh-contoh penerapan norma kepemimpinan dalam Gerakan Pramuka. Misalnya sikap terbuka, menepati janji, menjaga rahasia, memberikan keteladanan, bersikap adil, dan santun.
“Tunjukkan bahwa kita mampu menjadi pemimpin yang baik,” tegasnya.
Tentang etika kepemimpinan di organisasi, Kak GKR Mangkubumi menyontohkan terkait beberapa hal yang bisa dilakukan. Selain itu juga memberikan kata kunci dan refleksi kepemimpinan Gerakan Pramuka.
Di akhir paparannya, Kak GKR Mangkubumi berharap para peserta dapat mengambil banyak pembelajaran dari organisasi, sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Usai menyampaikan paparannya, sesi dilanjutkan dengan tanya jawab. (cst)



























