JAKARTA — Musisi legendaris Iwan Fals persembahkan lagu dengan judul 100 Tahun Gontor dalam sesi Culture Night Show World Moslem Scout Jamboree (WMSJ) 2025 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Rabu, 10 September 2025.
Lagu istimewa itu diciptakan khusus untuk memperingati satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor, pesantren yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa. Suasana harmoni nampak terlihat di antara puluhan ribu peserta WMSJ 2025.
Dengan gitar akustik di tangan, Iwan mengawali baitnya dengan kisah tiga pendiri Gontor — Trimurti — yang menyalakan api perjuangan dari Ponorogo, Jawa Timur.
“Di Ponorogo yang sunyi, Trimurti nyalakan api. Sebuah pondok lahir dari niat suci,” lantun Iwan Fals, disambut tepuk tangan dan nyanyian bersama ribuan peserta jambore dari berbagai negara.
Meski baru pertama kali diperdengarkan, puluhan ribu hadirin langsung larut mengikuti irama. Setiap bait seakan menyihir penonton, hingga di akhir lagu suasana menjadi hening penuh khidmat saat Iwan melantunkan doa untuk para pendiri Gontor.
“Trimurti senyum di langit, melihat amanah terjaga. Api tak pernah padam, akan terus menyala,” nyanyi Iwan dengan suara serak penuh penghayatan.
Tak berhenti di situ, sang maestro juga memimpin ribuan peserta menyanyikan himne legendaris Oh Pondokku ciptaan R. Moein dan Husnul Haq. Lagu itu menggema di seluruh bumi perkemahan, menghadirkan nuansa haru sekaligus kebanggaan.
Ada pesan damai untuk dunia dari penyelenggaraan WMSJ 2025 ini. Menurut Iwan Fals acara yang diikuti oleh 15.333 pramuka muslim dari berbagai penjuru dunia ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi juga sebagai pesan damai yang menggema ke seluruh dunia.
“Dunia sedang banyak huru-hara, termasuk kerusuhan di Nepal. Jangan sampai kita terjebak hal serupa. Kita ini orang Timur, mayoritas muslim, dan harus selalu menyampaikan pesan damai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Iwan Fals menambahkan, kegiatan kepramukaan seperti api unggun, tali-temali, hingga kebersamaan di tenda, semuanya menumbuhkan rasa persaudaraan.
“Saya yakin semua orang ingin disayang. Dari sinilah kasih sayang itu tumbuh,” ungkapnya.
Penampilan Iwan Fals malam itu tak hanya menjadi hiburan, melainkan juga sejarah. Lagu 100 Tahun Gontor akan dikenang sebagai persembahan seorang legenda musik Indonesia untuk sebuah pesantren berusia seabad, di hadapan puluhan ribu pramuka muslim dunia.
Dengan suara khasnya, Iwan Fals berhasil menjembatani musik, pesantren, dan pramuka dalam satu harmoni: peradaban, persaudaraan dan perdamaian.



























