YOGYAKARTA — Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) melakukan visitasi dan monitoring ke Gugus Depan pangkalan SMA Negeri 4 Yogyakarta dalam rangka memantau dan mendukung penerapan modul Adaptasi Perubahan Iklim untuk Kepramukaan (APIK).
Kunjungan yang dilaksanakan pada Senin, 16 Juni 2025 tersebut diawali dengan pembukaan secara non-formal oleh Kak Maria Swastika selaku Pembina Pramuka SMAN 4 Yogyakarta.
Kak Maria menyampaikan bahwa kegiatan adaptasi perubahan iklim di Gugus Depan telah dimulai sejak latihan sebelumnya, dengan pengenalan konsep dasar perubahan iklim serta praktik awal pembuatan eco brick.
Dalam penjelasannya kepada Dewan Ambalan dan Calon Dewan Ambalan, Kak Maria mendorong kelanjutan proses pembuatan eco brick menjadi bagian dari adaptasi dalam aspek infrastruktur dan pemukiman, khususnya dalam pengelolaan sampah plastik dan lingkungan berkelanjutan.
Setelah proses pembuatan, perwakilan peserta turut menyampaikan ulang teknik pembuatan eco brick serta manfaatnya dalam menekan dampak perubahan iklim, terutama dalam mencegah sampah plastik mencemari lingkungan.
Kak Dijah Inprijati, tim visitasi dari Kwarda DIY yang merupakan Andalan Daerah Urusan Lingkungan Hidup turut menambahkan wawasan tentang bentuk-bentuk lain dari adaptasi perubahan iklim yang bisa dilakukan dalam lingkup satuan pendidikan.

“Mengecat botol eco brick itu penting untuk mencegah penguapan zat plastik akibat paparan sinar matahari, yang dapat menjadi sumber pencemaran udara baru,” terangnya.
Tak ketinggalan, Kak Sugeng Wachyono yang juga Andalan Daerah Urusan Lingkungan Hidup memberikan edukasi tentang urgensi eco brick sebagai solusi nyata mencegah pencemaran lingkungan.
“Dengan membuat eco brick, kita mencegah pembakaran sampah plastik yang menghasilkan asap berbahaya. Polusi itu akan tertahan di atmosfer dan memperparah pemanasan global,” jelas Kak Sugeng.
Agenda visitasi ditutup oleh Kak Ika Prasetyo (Iped) dengan memperkenalkan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) yang relevan dengan lingkungan hidup.

Kak Iped juga mengajak adik-adik pramuka untuk aktif mengeksplorasi kegiatan lain yang mendukung aksi iklim di lingkungan Gugus Depan dan rumah masing-masing.
Melalui visitasi ini, Kwarda DIY berharap praktik-praktik adaptif seperti pembuatan eco brick tidak hanya menjadi proyek sekali jadi, tetapi terus dikembangkan sebagai budaya sadar iklim di kalangan Pramuka.



























