YOGYAKARTA — Setelah dibuka secara resmi oleh Kak Dra. Yati Utami Purwaningsih, M.Pd., Kemah Budaya SMA Negeri 1 Banguntapan memasuki hari kedua dengan semangat yang membara, Sabtu 24 Mei 2025.
Setelah istirahat malam yang cukup, para peserta disambut mentari pagi yang cerah. Hari dimulai dengan semangat yang membuncah melalui senam pagi bersama, menyegarkan tubuh dan pikiran sebelum menghadapi serangkaian kegiatan yang menantang.
Kegiatan inti hari kedua adalah Tapak Rimba, sebuah petualangan seru yang menguji kemampuan dan kerjasama tim. Para peserta per sangga harus melewati berbagai pos yang menantang.
Setiap pos dirancang untuk mengasah kemampuan dan kecerdasan mereka. Suasana penuh gelak tawa dan semangat juang terpancar dari setiap regu yang berlomba menyelesaikan tantangan.
Tak hanya menguji ketangkasan fisik dan mental, kreativitas siswa juga diuji melalui kegiatan Masak Rimba. Dengan memanfaatkan bahan-bahan alami dan peralatan sederhana dari bambu.
Sore hari, suasana perkemahan beralih ke arena lomba wahana karya. Tiga lomba utama digelar, yaitu cerdas cermat, lomba menyanyikan Lagu Kebangsaan dan Lagu Daerah yang menguji kekompakan, serta lomba geguritan yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka.
Puncak acara hari kedua adalah upacara api unggun yang seharusnya dilangsungkan dalam suasana tenang dan cerah. Namun, malam itu hujan turun membasahi bumi perkemahan.
Meski begitu, semangat para peserta tidak ikut surut. Mereka dengan sigap dan kompak bergotong royong menyelamatkan perlengkapan dan memperkuat tenda agar tetap kokoh di tengah terpaan hujan.
Di balik hujan, nyala api unggun tetap berhasil dinyalakan dengan penuh kehikmatan. Kehangatan tidak hanya hadir dari bara api, tetapi juga dari semangat kebersamaan yang terus menyala di hati setiap peserta. Dari momen ini, terlihat bahwa semangat pantang menyerah, gotong royong, dan solidaritas benar-benar tumbuh di antara peserta.
Kemah Budaya bukan sekadar ajang kegiatan luar ruang, melainkan tempat di mana karakter, ketangguhan, dan jiwa kepemimpinan siswa dibentuk.
Kemah Budaya SMA Negeri 1 Banguntapan tidak hanya sekadar kegiatan rutin, melainkan sebuah tempat untuk membentuk tali persaudaraan di antara para siswa.
Semangat kebersamaan dan kerja sama tim yang terbangun selama kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa dalam menghadapi tantangan di masa depan.



























