YOGYAKARTA — Memasuki hari kedua pelaksanaan Kemah Pramuka Istimewa 2025, para peserta diajak untuk melakukan kegiatan Jelajah Sumbu Filosofi, Jumat, 29 Agustus 2025.
Dalam kegiatan ini peseta dibagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama menelusuri jalur dari Tugu Yogyakarta hingga Kamandungan Kidul, sementara kelompok kedua memulai perjalanan dari Panggung Krapyak menuju titik yang sama di Kamandungan Kidul.
Sepanjang perjalanan, peserta tidak hanya berjalan, tetapi juga diajak memaknai setiap bangunan bersejarah serta vegetasi yang ditemui.
Dari jalur tersebut, mereka belajar tentang makna sangkaning dumadi (asal mula kehidupan) dan paraning dumadi (tujuan akhir kehidupan), filosofi mendalam yang menjadi ruh dari tata kota Yogyakarta.
Setibanya di titik akhir, peserta diarahkan menuju Sasana Hinggil Kidul. Di tempat bersejarah itu, mereka mendapat materi langsung dari Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Yudhowijoyo yang didampingi abdi dalem Keraton Yogyakarta.
Dalam pemaparannya, KMT Yudhowijoyo menekankan pentingnya sumbu filosofi sebagai warisan budaya yang mengajarkan keseimbangan hidup, keharmonisan manusia dengan alam, serta hubungan manusia dengan Sang Pencipta.
Jelajah ini menjadi salah satu pengalaman berharga bagi peserta Kemah Pramuka Istimewa untuk mengenal lebih dalam filosofi kehidupan yang diwariskan oleh leluhur melalui tata ruang Kota Yogyakarta sembari melestarikan budaya yogyakarta.



























