YOGYAKARTA – Suasana Kemah Pramuka Istimewa (KPI) 2025 semakin semarak dengan digelarnya Festival Kuliner yang menampilkan aneka sajian khas daerah dari masing-masing kwartir cabang.
Para peserta tidak hanya berkemah dan berkegiatan edukatif, tetapi juga diajak mengenal serta membuat makanan khas Yogyakarta.
Dalam festival tersebut, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kulon Progo menghadirkan gatot, makanan tradisional berbahan singkong yang dikeringkan lalu dikukus, bercita rasa gurih dan manis. Hidangan ini lekat dengan kearifan lokal masyarakat pedesaan yang penuh kesederhanaan.
Sementara itu, Kwarcab Kota Yogyakarta menyajikan sawut, olahan singkong parut yang dikukus dan diberi taburan kelapa parut. Cita rasanya yang manis legit membuat sajian ini banyak digemari para peserta.
Kwarcab Bantul memperkenalkan mides, mie tradisional khas Bantul yang terbuat dari tepung tapioka dengan tekstur kenyal. Sajian ini menambah variasi rasa dan menunjukkan kreativitas kuliner khas daerah.
Tidak kalah menarik, Kwarcab Gunungkidul membawa beragam olahan makanan berbahan dasar kacang merah dan olahan kripik yang khas.
Kemudian dari Kwarcab Sleman menghadirkan klepon salak, sakah satu inovasi jajanan tradisional klepon yang manis dengan aroma khas salak.
Para peserta membuat olahan makanan di sore hari, kemudian disajikan malam hari bersamaan dengan pelaksanaan pentas seni budaya.
Festival kuliner ini tidak hanya memperkenalkan keanekaragaman makanan tradisional, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta pada warisan kuliner lokal.



























