YOGYAKARTA — Memasuki hari kedua Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY), peserta mengawali aktivitas dengan senam dilanjutkan keperluan pribadi dan apel pagi, Sabtu, 26 Juli 2025.
Kemudian para peserta yang merupakan pembina golongan Penegak dan Penggalang mendapatkan materi pertama yakni Fundamental Gerakan Pramuka. Materi ini disampaikan oleh dua narasumber berbeda di tiap golongannya.
Sejarah pramuka, Undang-undang, dan AD-ART disampaikan oleh Kak Christiana Riyadi, SIP., S.Th., untuk golongan penggalang dan Kak Prayoga Antawirya, untuk golongan penegak.
Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga melakukan diskusi bersama. Materi fundamental tidak berakhir di situ, dilanjutkan juga dengan pembahasan tentang Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.

Bersama Kak drh. Idi Setiyobroto, M.Kes., untuk golongan Penegak, dan Kak Agus Margunaji, M.IP., MG untuk golongan Penggalang, para peserta nampak serius mengikuti materi yang disampaikan.
Mengacu pada dinamika kelompok yang telah dibentuk sejak hari pertama, peserta Penegak telah terbagi dalam tiga sangga, sedangkan peserta Penggalang dalam empat regu. Kegiatan diawali dengan diskusi kelompok kecil di masing-masing kelompok.
Golongan Penegak mendalami topik-topik seputar pramuka, kegiatan kepramukaan, prinsip dasar kepramukaan, serta makna-makna yang terkandung di dalamnya. Diskusi berlangsung sekitar 10 menit sebelum seluruh sangga berkumpul dalam satu lingkaran besar untuk menyampaikan hasil diskusi mereka secara bergantian.
Setelah itu, Kak Idi memaparkan lebih dalam tentang 8 metode kepramukaan sebagai bagian dari sistem pendidikan khas Gerakan Pramuka yang tidak terpisahkan dari sistem among. Beliau menegaskan bahwa metode kepramukaan bukan hanya teknis, tetapi juga sarana membentuk karakter peserta didik.
“Seorang Pramuka harus memiliki semangat menolong, bersikap riang gembira, kreatif, serta senantiasa berusaha bahagia—baik di dunia maupun di akhirat,” ujar Kak Idi.
Sementara itu, suasana tak kalah hidup juga terjadi di golongan Penggalang. Dipandu oleh Kak Agus, peserta diajak berdiskusi mengangkat topik seputar prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan.
Setelah berdiskusi di masing-masing sangga, hasil pemikiran dipaparkan di forum bersama. Kesempatan ini menjadi ruang belajar bersama yang memperkuat pemahaman sekaligus membangun rasa percaya diri peserta.
Materi Fundamental Gerakan Pramuka ini menjadi pengantar penting yang menanamkan nilai-nilai dasar kepramukaan bagi para calon pembina mahir.
Dengan pemahaman yang kuat terhadap prinsip dan metode pendidikan dalam Gerakan Pramuka, para peserta diharapkan dapat menjadi pembina yang tidak hanya aktif, tetapi juga reflektif dan inspiratif di gugus depan masing-masing.



























