YOGYAKARTA — Peserta Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan (KPL) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) tahun 2023 semakin siap beraksi dalam melalukan pengelolaan pelatihan.
Hal ini karena pada hari keempat di sesi siang, mereka mendapatkan materi Manajemen Pelatihan yang disampaikan langsung oleh Pimpinan Kursus, Kak Ahmad Istajib, Selasa (31/10/2023) di Aula Kwarda DIY.
Kak Istajib yang merupakan Pelatih Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Tingkat Nasional (Pusdiklatnas) tersebut mengawali paparannya dengan memberikan pertanyaan apakah setelah mengikuti seluruh tahapan hingga hari keempat sudah siap menjadi Pimpinan Kursus (Pinsus).
Dari apa yang ditanyakan tersebut, 91 % atau 31 peserta KPL Kwarda DIY Tahun 2023 menjawab dengan pilihan SIAP. Sementara masih ada 9 % atau 3 orang menjawab masih RAGU-RAGU.
Paparan terkait Materi Manajemen Pelatihan ini dibuat sangat interaktif oleh Kak Istajib. Dengan mereview beberapa segmen yang telah diikuti selama berlangsungnya KPL Kwarda DIY sejak hari pertama, peserta kemudian diminta secara interaktif menjawab apa saja komponen sebuah pelatihan/diklat/kursus kepramukaan.
Ragam jawaban disampaikan oleh para peserta dan terhimpun secara otomatis oleh aplikasi yang digunakan oleh Kak Istajib. Usai jawaban diterima, Kak Istajib kemudian memberikan alur bagaimana sebuah pelatihan diselenggarakan, yaitu membagi menjadi tiga bagian, yaitu before, during, after.
“Apa yang harus dipersiapkan, Apa yang harus diatur, Apa yang harus dilaksanakan, dan Apa yang harus dikontrol,” demikian Kak Istajib menegaskan.
Lebih lanjut Kak Istajib menjelaskan komponen pelatihan sebagai sebuah sistem untuk mencapai tujuan tertentu. Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi dari sarana prasarana, biaya, sumber daya manusia, dan kurikulum yang dibuat.
Kak Istajib menegaskan bahwa pelatih harus bisa melakukan optimalisasi komponen sehingga menjadi efektif dan efisien, serta tujuan dapat dicapai.
Kemudian Kak Istajib juga menjelasakan adanya pola kursus yang terdiri atas masukan, proses, hasil, dan dampak. Masukan terdiri dari kebutuhan peserta, asesen, dan analisa kondisi. Proses terdiri dari menu latih, pelatih, media, metode, dan sarana prasarana. Dilanjutkan dengan Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut.
“Kursus pola segmental itu adalah kursus yang dikemas berdasarkan tahapan, urutan, bagian demi bagian, terpola, dan skematis,” jelas Kak Istajib.
Dalam kesempatan tersebut Kak Istajib juga mengumumkan 10 Tim Pelatih Hebat yang kemudian diminta untuk membuat desain pelatihan dengan jenis kursus yang direncanakan, jumlah peserta, jam pembelajaran, durasi kursus, serta, sasaran pesertanya. (cst)



























