SLEMAN – Sebagai bentuk komitmen dalam Regenerasi Anggota baru Angkatan XV Tahun 2025 Saka Bhayangkara Seyegan laksanakan Sosialisasi, Gugus depan SMK 17 Seyegan dan Gugus depan SMA N 1 Seyegan.
Sosialisasi di SMK 17 Seyegan dipimpin Kak Adnan Mufid dan di Gugus depan SMA N 1 Seyegan dipimpin oleh Kak Taufik Yulianto. Dua gudep ini menjadi sasaran pertama program kerja Dewan Saka. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis 28 Agustus 2025 dan Jumat 29 Agustus 2025.
Tim sosialisasi diterima oleh pihak sekolah dengan baik dan tentunya sangat mendukung kegiatan sosialisasi tersebut dengan harapan banyak peserta didik yang berminat dan mau bergabung dengan Saka Bhayangkara Seyegan.
Dalam sesi Sosialisasi peserta didik di kenalkan apa itu Saka Bhayangkara dan Krida apa saja yang ada serta kegiatan apa saja yang dilaksanakan apabila menjadi seorang anggota Saka Bhayangkara.
Peserta didik sangat antusias dalam menerima materi sosialisasi, dalam sesi tanya jawab peserta didik berkesempatan untuk bertanya detail tentang peralatan maupun tugas bagi anggota serta persyaratan apa saja yang perlu disiapkan.
Lain halnya dengan Gudep SMK 17 Seyegan, Sosialisasi di Gudep SMA N 1 Seyegan juga dilaksanakan praktek Krida P2BA (Pencegahan Penanggulangan Bencana Alam) Pemadaman Api ringan sesuai permintaan dari Gugus depan.

Pelaksanaan praktek yaitu menggunakan appar, diharapkan seluruh peserta mampu mengaplikasikan materi yang telah disampaikan apabila di mungkinkan terjadi hal darurat berkaitan dengan kebakaran ringan peserta didik bisa melaksanakan evakuasi secara cepat dan tepat.
Kak Totok Triyadi, S.Si Pembina Pramuka Gudep SMA N 1 Seyegan yang juga Andalan Cabang Urusan Penegak sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan.
Diharapkan nanti banyak peserta didik yang tertarik maupun berminat, mengingat Saka Bhayangkara adalah Satuan Karya yang membidangi Kemanan dan Ketertiban Masyarakat dibawah naungan Kepolisian Republik Indonesia.
Selain itu juga diharapkan peserta didik mampu menjadi pelopor dalam menjaga keselamatan diri saat terjadi suatu peristiwa kebencanaan sehingga selalu waspada dalam mengamankan warga sekolah dan juga sebagai pelopor keselamatan dalam berkendara.



























