YOGYAKARTA — Perkemahan Wirakarya merupakan salah satu kegiatan yang didasari oleh gagasan dari Kak Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Gagasan itu disampaikan pula saat kongres Kepanduan tingkat Dunia yang diselenggarakan di Tokyo pada 1971.
Kak Sultan HB IX menyebutkan gagasan tetnang The Trends in Scouting, bahwa pramuka tidak hanya dididik menjadi warga negara yang baik, tetapi juga menjadi manusia pembangun yang baik.
Dijelaskan oleh Kak Sultan HB IX bahwasanya dalam Perkemahan Wirakarya tersebut, pramuka melakukan pembangungan di pedesaan untuk membantu masyarakat, sebagai perwujudan Dasa Darma pramuka yaitu menolong sesama hidup.
Perkemahan Wirakarya bisa dilaksanakan dari tingkat Ranting, Cabang, Daerah, hingga Nasional. Dalam rangka program kerja tahun 2025, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) melalui Dewan Kerja Daerah akan menggelar Perkemahan Wirakarya Daerah Istimewa Yogyakarta (PW DIY).
PW DIY tahun 2025 tentu saja akan menjadi momen istimewa bagi para pramuka penegak dan pramuka pandega untuk mengimplementasikan Tri Satya, yaitu Ikut Serta Membangun Masyarakat.
Tema yang diusung dalam PW DIY 2025 adalah Penegak dan Pandega DIY Bersama Berkarya, Berdampak Nyata, Membangun Yogyakarta dengan slogan Gumregah, Guyub, Makarya, Greget, Sumringah.
Melalui kegiatan ini Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di DIY dapat menjadi warga negara yang mandiri, peduli lingkungan, bertanggungjawab, dan saling tolong menolong.
Kegiatan bakti untuk masyarakat tingkat daerah bagi Penegak Pandega ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 4 sampai dengan 7 Juli 2025 mendatang di Kampung Pramuka Sokorojo, Wijilan, Nanggulan, Kulon Progo.
Kelompok Kerja (Pokja) PWD DIY yang terdiri dari Dewan Kerja Daerah dan perwakilan dari Cabang sudah melaksanakan persiapan sejak beberapa bulan lalu dan membahas berbagai hal terkait dengan pelaksanaan kegiatan, termasuk pula kepesertaan dan lainnya. (cst)



























