JAKARTA — Closing Ceremony World Moslem Scout Jamboree (WMSJ) 2025 berlangsung di lapangan utama Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu, 13 September 2025.
Puluhan ribu peserta serukan doa dan dukungan bagi Palestina. Suasana hening menyelimuti arena ketika Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor, Kak Hamid Fahmy Zarkasyi, mengajak peserta untuk mendoakan rakyat Palestina yang tengah berjuang melawan penindasan, dengan membaca surat Al Fatihah.
“Untuk rakyat Palestina yang sedang kelaparan, kesusahan, mari kita doakan bersama-sama dengan membaca Al-Fatihah,” ucapnya lantang, disambut ribuan suara yang bergema membaca surat Al Fatihah.
Dalam momen tersebut, Gubernur Daerah Khusus Jakarta Kak Pramono Anung yang turut hadir menyampaikan apresiasinya terharap penyelenggaraan WMSJ yang telah menjadikan pesan damai untuk Palestina sebagai agenda utama.
“Menurut saya luar biasa. Pesan damai untuk Palestina, untuk Gaza yang kini porak-poranda, menjadi inti dari kegiatan ini. Kita semua berdoa agar segera datang keadilan dan kebebasan,” tegasnya.
Ketua Majelis Pembimbing Daerah Pramuka Jakarta tersebut menyatakan keprihatinannya atas penderitaan panjang yang dialami oleh rakyat Palestina akibat agresi zionisme Israel.
“Ini adalah keprihatinan kita bersama. Semoga segera ada solusi dan Palestina bisa merdeka dengan damai,” tegasnya.
Jambore pramuka muslim sedunia ini bukan sekadar pertemuan pramuka, tetapi gerakan moral global yang melahirkan generasi muda muslim berkarakter, beradab, dan peduli kemanusiaan. Dari Jakarta, pesan damai dan seruan pembebasan Palestina diperdengarkan untuk dunia.
Agenda yang menjadi salah satu rangkaian peringatan 100 Tahun Gontor ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia sebagai bangsa yang cinta damai dan menolak penjajahan.
WMSJ 2025 diikuti 15.333 peserta yang terdiri dari 7.149 putra, 6.349 putri, 1.718 pembina, serta 117 panitia dan pengurus pesantren.
Jambore ini melibatkan 1.530 grup pramuka dari 18 negara, l antara lain dari Arab Saudi, Malaysia, Oman, Qatar, Brunei Darussalam, Maladewa, Tunisia.



























