YOGYAKARTA — Suasana Festival Pramuka Jogja (FPJ) 2025 semakin meriah dengan penampilan berbagai Satuan Karya (Saka) dalam ajang pentas seni. Kreativitas dan bakat para anggota Saka berhasil memukau penonton di Kompleks Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Adapun penampilan tersebut di antaranya Saka Bhayangkara dengan Tari Angguk. Dengan busana tradisional khas Wonosari, para penari menampilkan gerakan dinamis yang berpadu dengan tabuhan musik energik. Riuh tepuk tangan penonton menggema, menunjukkan apresiasi atas kekompakan dan semangat yang ditampilkan.
Saka Bahari menghadirkan atraksi unik berupa senam perahu karet. Dengan formasi rapi dan gerakan penuh kekuatan, para anggota Saka Bahari memvisualisasikan ketangguhan sekaligus kebersamaan di atas perahu karet.
Penonton dibuat kagum karena penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menampilkan ciri khas dunia bahari yang dekat dengan air.
Tak kalah menarik, Saka Bakti Husada (SBH) menampilkan Tari Golek Ayun-Ayun. Gerakan lemah gemulai para penari berpadu dengan iringan gamelan yang lembut, menyuguhkan keindahan budaya Jawa yang kental. Pentas ini menjadi salah satu yang paling memikat, karena mampu menghadirkan nuansa elegan dan menenangkan.
Sementara itu, Saka Taruna Bumi menghidupkan panggung dengan Tari Dewi Sri. Tarian ini tidak hanya menampilkan gerakan artistik, tetapi juga sarat filosofi sebagai simbol kesuburan tanah dan hasil bumi.
Kostum berwarna hijau keemasan yang dikenakan penari semakin memperkuat pesan bahwa manusia harus menjaga alam demi kehidupan yang berkelanjutan.
Dan Saka Dirgantara menampilkan drama perjalanan taruna TNI AU. Pertunjukan ini sukses menghadirkan suasana heroik sekaligus membangkitkan rasa nasionalisme para penonton.
Drama tentang ayah yang gugur dalam perang yang membuat sang anak termotivasi dan mendaftarkan diri sebagai anggota TNI. Meski dalam percobaan pertama gagal, tapi tidak berhenti dan menyerah, dan mencoba lagi akhirnya bisa mencapai cita-citanya.
Pentas seni yang diisi berbagai Saka ini menjadi salah satu momen paling ditunggu di FPJ 2025. Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa anggota pramuka mampu berkreasi sekaligus melestarikan seni dan budaya Indonesia.



























