FILIPINA — Seminggu penuh petualangan, ribuan cerita yang dibagikan, dan lebih dari 23.000 Pramuka yang hadir dengan semangat yang tinggi dalam kegiatan 33rd APR Scout Jamboree.
Kegiatan telah resmi ditutup pada Sabtu, 20 Desember 2025 waktu setempat. Semua telah membangun sesuatu di sini, sesuatu yang tak terukur oleh waktu atau jarak.
“Ini adalah koneksi yang terjalin di setiap jabat tangan, setiap momen, setiap tantangan yang kita hadapi bersama,” tulis panitia.
Puncak acara dilaksanakan Api Unggun Agung Tradisional yang dirangkai dengan upacara penutupan di lapangan utama Camp Zambales, Barangay San Juan, Botolan, Filipina.
Satu minggu, para peserta dari berbagai negara terlibat dalam kegiatan yang penuh makna. Api Unggun Agung tradisional menghubungkan setiap pramuka dan mencerminkan persatuan yang dibangun di seluruh Perkemahan.

Penyalaan api unggun dipimpin oleh Mr. Jun Omar C. Ebdane, Walikota Botolan, diikuti oleh penutupan resmi oleh Camp Chief, Mr. Hermogenes E. Ebdane, Jr.
Jambore ini berhasil mencapai tujuan utamanya yaitu pengembangan kepemimpinan dan pertukaran budaya melalui berbagai kegiatan yang menyediakan platform untuk ekspresi dan pertunjukan budaya, membentuk kaum muda menjadi warga global yang bertanggung jawab.
Para Pramuka juga menyaksikan penurunan bendera dan penyerahan simbolis bendera APRSJ kepada Organisasi Pramuka Nasional Thailand, yang akan menjadi tuan rumah APRSJ ke-34 pada tahun 2029 mendatang.
Tentu saja, bukan akhir yang akan diingat, melainkan percikan api yang menyalakan minggu ini. Itu ada dalam cara kita berubah, dalam persahabatan yang dijalin, dalam momen-momen yang akan selalu mengingatkan tentang siapa kita sebagai Pramuka.
Bendera mungkin diturunkan, tetapi api tidak padam. Api hanya bergeser, bergerak maju, tumbuh lebih kuat dengan setiap wajah baru, setiap babak baru. Dan begitu saja, kita menjadi bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar daripada hari ini. (cst)



























