SLEMAN – Saka Bhayangkara Seyegan ikut serta dalam Pengamanan (Pam) Kirab Budaya Mbah Bregas Kalurahan Margoagung, Seyegan, Sleman, Yogyakarta, Jumat, 23 Mei 2025.
Sebanyak 25 Personil Saka Bhayangkara Seyegan diterjunkan untuk membantu Pelaksanaan jalanya kirab bersama Kepolisian Polsek Seyegan, Koramil Seyegan, Pol PP Seyegan, Pokdarkamtibmas Seyegan, Jaga Warga, Relawan Seyegan, dan Linmas.
Kegiatan diawali dengan Apel Pengamanan di Mapolsek Seyegan dipimpin langsung oleh Kapolsek Seyegan AKP Pujiono, S.H, M.M. Ia mengucapkan terimakasih atas pelaksanaan apel kesiapan dan berpesan untuk tetap jaga kesehatan dan keselamatan di jalan.
“Tetap selalu semangat dalam menjaga stamina,” tegasnya.

Selanjutnya dilakukan pembagian pelaksanaan tugas yang disampaikan oleh Kanit Binmas Ipda Aries Wibowo kepada anggota Saka Bhayangkara yang bertugas.
Sementara itu Kak Ruli Wayan Sadewa dan Kak Adnan Mufid selaku pendamping dalam kegiatan Pengamanan menyampaikan kepada personil agar dalam pelaksanaan mengutamakan keselamatan, menjaga kedisiplinan dan juga berhati-hati saat bertugas.
“Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap langkah kita, apabila ada kendala bisa disampaikan melalui HT dr masing-masing lokasi penugasan agar mudah dalam berkomunikasi,” ujarnya.
Pelaksanaan Kirab dimulai pada 15.00 WIB dari Kalurahan Margoangung menuju Balai Ringin Mbah Bregas Ngino XII Margoangung Seyegan Sleman.

Kirab Mbah Bergas ini diikuti puluhan Bergodo Kaprajuritan, Drum band sekolah, Ogoh-ogoh, Kesenian Jatilan, Gedrok atau rampak buto, paguyuban gerobak dan ratusan peserta lainya dari Perwakilan SD-SMP-SMA yang ada di seyegan serta Paguyuban warga masyarakat yang turut memeriahkannya.
Personil Saka Bhayangkara Seyegan bertugas di beberapa titik Pengamanan dengan tugas pam rute, pengaturan lalu lintas, dan pengondisian di lokasi start maupun finish atau titik akhir. Di titik akhir ada budaya memperebutkan tumpengan hasil bumi dari warga masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun untuk melestarikan kebudayaan dan tradisi yang ada, sehingga tetap berjalan dengan baik.
Rangkaian diawali dengan ziarah kubur mbah Bregas, pengambilan air suci, tirakatan boyong gunungan, pentas seni jatilan, sesaji dan genduri agung, serta gembrul pagelaran wayang kulit siang dengan dalang Ki Rubiyanto.



























