YOGYAKARTA — Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) melakukan visitasi ke Gugus Depan SMK Negeri 3 Wonosari dalam rangka melihat pelaksanaan program adaptasi perubahan iklim. Visitasi dilakukan di Bumi Perkemahan Wonogandang, Sleman, Jumat, 13 Juni 2025.
Dalam visitasi tersebut, dipaparkan berbagai kegiatan yang telah jalankan sebagai bagian dari upaya penerapan adaptasi perubahan iklim di lingkungan gugus depan. Mulai dari sosialisasi, praktik lapangan, serta evaluasi hasil kegiatan.
Terdapat dua bidang utama yang menjadi fokus penerapan adaptasi peruahan iklim ini, yakni bidang kesehatan dan bidang sarana pemukiman. Pada bidang kesehatan, peserta didik diajak untuk mengenal berbagai jenis tanaman obat keluarga (TOGA) sekaligus menanamnya di lingkungan sekolah.

Selain itu, mereka juga melakukan praktik membuat minuman rempah dari bahan-bahan alami, sebagai bentuk pemanfaatan hasil TOGA yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
Sementara itu, pada bidang sarana pemukiman, anggota pramuka mempraktikkan pengolahan limbah rumah tangga dengan metode komposting. Mereka juga mengolah sisa limbah dapur dengan cara mengisinya ke dalam lubang-lubang biopori yang dibuat di beberapa titik.

Setiap sangga bertanggung jawab untuk membuat satu lubang biopori dan merawatnya, sebagai langkah nyata dalam mendukung kesuburan tanah dan pelestarian lingkungan.
Pada kesempatan ini Kak Dijah Inprijati, Andalan Ursan Lingkungan Hidup Kwarda DIY memberikan dorongan moral kepada para peserta sekaligus mengingatkan bahwa banyak program Proklim yang bisa terus dikembangkan dan ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Kak Bambang Sasongko (Kokok) Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat dan Pramuka Peduli (Pusdimas PP) Kwarda DIY turut menambahkan edukasi penting mengenai pentingnya adaptasi perubahan iklim serta bagaimana setiap individu dapat mulai bertindak dari lingkungan terdekatnya.
Visitasi ini menjadi bentuk dukungan nyata Kwarda DIY terhadap komitmen gugusdepan dalam menjadikan pramuka sebagai agen perubahan, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di masa kini dan mendatang.



























