Tentu kita akan selalu mengingat betapa luas makna yang terkandung dalam Tunas Kepala yang merupakan Lambang Gerakan Pramuka.
Tunas Kelapa sebagai Lambang Gerakan Pramuka diciptakan oleh Kak Sunardjo Atmodipoerwo. Lambang ciptaan sosok kelahiran 29 Februari 1909 tersebut pertama kali digunakan pada 14 Agustus 1961, yang bertepatan dengan penganugerahan Panji Kepramukaan oleh presiden republik Indonesia Ir. Soekarno.
Kak Sunardjo yang merupakan seorang Andalan Nasional dan Pembina Pramuka memilih Tunas Kelapa sebagai lambang Gerakan Pramuka dengan mempertimbangkan makna filosofis yang terkandung di dalamnya
Lambang Gerakan Pramuka ditetapkan dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka pasal 48 dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Bab VII Pasal 120. Penjabarannya ditetapkan dalam Surat Keputusan Kwarnas Nomor 06/KN/72 tentang Lambang Gerakan Pramuka sebagai penyempurnaan dari SK Kwarnas 5/KN/67.
Bahwa tunas kelapa sebagai gambar kiasan mempunyai arti simbolik yang penting, harus dipahami dan diingat oleh setiap Pramuka. Penyempurnaan dalam SK terbaru adalah menetapkan gambar silhouette tunas kelapa sebagai lambang Gerakan Pramuka.
Salah satu makna paling mendasar tentang Tunas Kelapa yang juga disebut sebagai cikal adalah yang akan menurunkan generasi baru. Cikal mengiaskan bahwa setiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan bagaimanapun. Lambang ini mengiaskan bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniahnya sehat, kuat dan ulet, serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.
Dalam masa pandemi COVID-19 inilah kesehatan, kekuatan, keuletan pramuka menjadi modal semangat untuk terus menjadi garda terdepan berpartisipasi dalam penanggulangan bencana non alam yang masih belum usai.
Menjadi inti kelangsungan hidup bangsa Indonesia adalah sebuah hal besar bagi seluruh anggota Pramuka di manapun berada. Sehingga sudah sepatutnya sebagai anggota pramuka akan berupaya menjaga diri, memperbaiki diri, serta terus peka terhadap perkembangan zaman.
Ada 6 uraian arti Lambang Gerakan Pramuka yang selalu kita pegang teguh. Disebutkan sebagai buah nyiur yang merupakan pohon serbaguna dari ujung hingga akarnya. Setiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia.
Mari berdoa untuk almarhum Kak Sunardjo Atmodipoerwo yang telah mendahului kita semua. Semoga darma baktinya sebagai anggota pramuka menjadi salah satu amal kebaikan yang akan terus mengalir menjadi pahala.
___
Choiri Setiawan ~ Pusbangjusinfo



























