SLEMAN — Insiden kecelakaan sungai yang menimpa adik-adik pramuka pangkalan Gugusdepan SMPN 1 Turi Sleman saat melakukan kegiatan susur sungai, Jumat (21/02/2020) tidak lepas dari respon tim Pramuka Peduli Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY).
Banjir saat kegiatan susur sungai yang menimpa adik-adik SMP N 1 Turi Sleman diperkirakan jam 15.30 WIB dan informasi ini masuk kepada call center Pramuka Peduli Kwarda DIY pada jam 16.10 WIB.
Berikut adalah Catatan Aksi Tim Pramuka Peduli dan Anggota Pramuka DIY dalam Merespon Kejadian SMP N 1 Turi Sleman yang disiapkan oleh Kak Aji Rachmat, Andalan Daerah Kwarda DIY Urusan Pembinaan Anggota Muda :
17.00 WIB
Tim Pramuka Peduli dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Sleman tiba di Klinik SWA Sleman dan langsung sekaligus melakukan pemantauan di SMP N 1 Turi, Sleman. Tim membuat Laporan Situasi pertama pada jam 18.20.
19.30 WIB
Kak Dymas Leo, Pramuka Peduli Kwarda DIY tiba di Posko SAR Gabungan disusul secara berturut-turut pimpinan Kwarda DIY yang terdiri dari Kak Bukhori, Kak Krido, Kak Suryo Aji, Kak Edy Heri Suasana, Kak Arifin Budiharjo, pada rentang waktu antara 19.40 hingga 20.15 WIB.
Kedatangan para pimpinan Kwarda DIY ini diiringi pula oleh Kak Tutik, Ketua Dewan Kerja Daerah DIY dan Kak Fuad Galuh Prihananto Koordinator Pramuka Peduli Kwarda DIY beserta beberapa anggota Satuan Karya dan Pramuka Peduli Kwarcab Sleman.
22.30 WIB
Laporan Situasi dikeluarkan secara resmi oleh Kwarda DIY yang merupakan hasil perumusan tim yang melakukan diskusi bersama pihak pemerintah daerah Sleman serta pimpinan SMP N 1 Turi Sleman. Laporan ini kemudian dirilis di website dan media sosial.
23.00 WIB
Pimpinan Kwarda DIY meninggalkan posko gabungan dan anggota Pramuka Peduli yang menginap di antaranya, Kak Taufiq, Kak Dias (Ketua Dewan Kerja Cabang Sleman), Kak Yusuf, Kak Fuad Galuh, dan Kak Dymas Leo.
Aksi Pramuka Peduli Kwarda DIY berlanjut hari Sabtu (22/02/2020) mulai briefing pagi bersama seluruh relawan gabungan dan terus mengikuti giat pencarian lanjutan mulai jam 7 pagi.
08.00 WIB
Kak Aji Rachmat, Andalan Daerah Kwarda DIY bergabung bersama SRU 4 pada jam 08.00 melakukan pemantauan di jembatan westlake. Disusul beberapa anggota pramuka dari Racana Pramuka Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan langsung bergabung dengan tim pencari.
09.30 WIB
Merapat di Posko Gabungan, anggota Saka Bhayangkara Seyegan sebanyak 10 orang, Saka Bhayangkara Pakem 5 orang, dan 3 orang dari anggota Saka Bhayangkara turut bergabung di SRU 8.
10.30 WIB
Kak Kak Prof. Dra. Suwarsih Madya, M.A., Ph.D, Wakil Ketua Kwarda DIY Bidang Kebudayaan dan Kearifan Lokal tiba di SMP N 1 Turi dan Kak Aji bergeser ke cekdam untuk melakukan pemantauan penyelaman pencarian korban terakhir.
12.00 – 14.00 WIB
Ketua Kwarda DIY, Kak GKR Mangkubumi tiba di SMPN 1 Turi Sleman dan melakukan konferensi pers bersama pimpinan SMPN 1 Turi Sleman, dilanjutkan mengunjungi korban luka di puskesmas dan menemui keluarga korban meninggal didampingi Kak Suryo Aji, Kak Subadi, Kak Bukhori, Kak Hanggoro, Kak Warsih, Kak Fuad dan Kak DymasLeo.
Dalam rentang waktu ini, jam 12.00 WIB, tim Racana UMY 2 orang bergabung dengan tim SRU 4 mengenakan pelampung dan helm Pramuka Peduli Kwarda DIY. Selain itu, pada jam 13.30 tim Saka Bhayangkara dan Saka Bakti Husada Kwarcab Kota Yogyakarta berjumlah 8 orang tiba di posko SAR Gabungan membawa logistik 4 jumbo air minum.
14.30 WIB
Pramuka Peduli Kwarda membentuk Pos dengan menempati teras rumah di utara Posko SAR Gabungan untuk mengumpulkan potensi rescue dari Pramuka.
16.30 WIB
Kak Dijah, Andalan Daerah Kwarda DIY tiba di pos Pramuka membawa logistik.
17.15 WIB
Racana UMY 2 orang yang bergabung SRU 4 menyisir sejak siang dari Westlake ke utara hingga youth center kembali ke pos pramuka Kwarda DIY.
Saat Catatan Aksi Tim Pramuka Peduli ini disampaikan, tim Kwarda DIY masih standby di posko. Apabila operasi SAR masih dilanjutkan, direncanakan jam 19.30 akan mengadakan renungan hari Baden Powell spontanitas di Pos Pramuka Peduli Kwarda DIY.
(*)



























Inilah mengapa pentingnya pengetahuan tentang bagaimana managament risiko saat sedang berkegiatan. Semoga kedepannya tidak ada lagi kejadian memilukan seperti ini. Semoga semua korban dapat diterima amal ibadahnya oleh Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan :”)
Betul sekali Kak.
Semoga tidak terulang kembali, aamiin.
Innalilahi Wainnalilahirojiun. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Aamiin Yaa Robbal ‘alamiin
Innalillahi wa innailaihi Raji’un.
Insya Allah semua korban yg meninggal, termasuk Husnul khatimah, diampuni semua salah dan dosa, diterima Allah yang punya jiwa.
Yang sakit segera sembuh, sehat, tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap berlatih, berjuang melalui gerakan Pramuka. Keluarga diberi kekuatan dan tawakal. Semua petugas, KS, guru, pembina yg terlibat kegiatan saat musibah, diberi sehat, kekuatan, kesabaran, tawakal.
Musibah tidak kita rencanakan, tidak kita sengaja, tidak kita kehendaki, ini bentuk pembelajaran bagi kita semua. Semoga tidak terulang lagi. Petugas yg kena musibah, bukan penjahat, tetap beri pendampingan, support, perlakukan sesuai adab Pramuka. Mohon tidak melemahkan daya juang untuk tetap berlatih, berlatih dan terus berlatih.
Tetap gelorakan dan laksanakan Dasa Dharma Pramuka. Tetap majulah Pramuka Indonesia.
Salam Pramuka !!!
Aamiin.. Terimakasih Kak