Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta menjadi episentrum gerakan sadar kosmetik aman melalui agenda Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang diinisiasi oleh Saka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). Sinergi ini mempertemukan berbagai elemen strategis, termasuk Saka POM Kota Yogyakarta, Saka POM Kabupaten Sleman, serta jajaran mitra kerja BBPOM yang bergerak di lini massa penyebaran informasi keamanan pangan dan obat-obatan. Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta turut mendelegasikan representasi terbaiknya, di antaranya Kakak drh. Sri Budoyo dan Kakak Ika Prasetyo Dwiantoro, A.Md., yang sekaligus juga sebagai Pinsaka POM Tingkat Daerah.
Momentum ini dibuka secara resmi oleh Kepala BBPOM di Yogyakarta yang kemudian disusul dengan diseminasi materi krusial mengenai urgensi kosmetika aman. Forum ini mengupas tuntas urgensi legalitas produk melalui izin edar resmi, taktik mengidentifikasi kosmetik ilegal, serta kalkulasi risiko kesehatan akibat paparan zat berbahaya maupun obat tradisional yang terkontaminasi Bahan Kimia Obat (BKO).
Sebagai langkah preventif, narasumber menginstruksikan peserta untuk memosisikan diri sebagai konsumen cerdas lewat doktrin KLIK—sebuah protokol mitigasi mandiri dengan memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum bertransaksi.
Pasca-edukasi, atmosfer kegiatan beralih menjadi ruang taktis melalui forum monitoring, evaluasi, serta pemancangan progres rekrutmen keanggotaan Saka POM Angkatan II. Konsolidasi ini diproyeksikan mampu mengeskalasi performa program pembinaan Saka POM di wilayah DIY agar kian masif mengedukasi publik. Melalui langkah konkret ini, Saka POM DIY dikukuhkan kembali sebagai mitra strategis BBPOM dalam memelopori lahirnya generasi muda yang kritis, selektif, dan melek terhadap mutu serta legalitas produk di pasaran.(Mul/LA)



























