SLEMAN – Semangat kepanduan terpancar di SD Karitas Nandan yang berlokasi di Jl. Ring Road Utara No. 12, Ngaglik, Sleman. Sejak 20 Februari 2026, sekelompok Mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Dharma (USD) memulai perjalanan praktik mengajar melalui program Narakarya.
Tim yang terdiri dari Boas Sababang, Rianti, Fidel, Monik, Urell, dan Martina ini akan melaksanakan kegiatan selama satu semester penuh. Program ini bukan sekadar tugas kuliah, melainkan bentuk pengabdian dalam melatih kemampuan pedagogik dan pengenalan karakter siswa di lapangan.
SD Karitas Nandan memiliki sejarah panjang berkolaborasi dengan Universitas Sanata Dharma dalam mencetak calon pendidik. Jejak ini terlihat dari kehadiran para senior dan dosen, termasuk Bapak Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., yang sebelumnya menjabat sebagai dosen pembimbing tim PLP-LS di sekolah ini pada tahun 2023. Semangat inovatif dan ide-ide segar dari para pendahulu tersebut terus dilanjutkan oleh generasi mahasiswa saat ini.
Dalam pelaksanaannya, Boas dan tim mengelola 14 kali pertemuan yang diadakan setiap minggu selama satu jam (pukul 11.00 – 12.00 WIB). Sasaran utamanya adalah siswa Kelas 4 (Siaga) dan Kelas 5 (Penggalang).
Untuk menjaga antusiasme siswa, tim mahasiswa menerapkan metode:
1). Belajar Sambil Bermain yaitu Materi Pramuka dikemas dalam bentuk permainan edukatif.
2).Ice Breaking yang digunakan untuk mencairkan suasana dan menjaga fokus siswa.
3).Observasi Karakter yaitu Para mahasiswa berinteraksi langsung guna memahami karakter unik setiap anak sebagai bekal menjadi guru profesional di masa depan.
Sebelum terjun langsung, tim Narakarya telah melalui prosedur perizinan, mulai dari koordinasi dengan pihak sekolah hingga penyerahan dokumen persyaratan mengajar. Hal ini untuk menunjukkan profesionalisme mahasiswa PGSD USD dalam menjalin hubungan kemitraan dengan instansi pendidikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara SD Karitas Nandan dan Universitas Sanata Dharma terus terjaga, juga menciptakan ruang bagi mahasiswa untuk bertumbuh dan bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan.
“Narakarya ini adalah laboratorium nyata bagi kami. Interaksi selama satu jam setiap minggunya dengan adik-adik Siaga dan Penggalang bukan sekadar mengajar materi Pramuka, tapi melatih kami memahami karakter unik setiap anak agar kelak menjadi guru yang adaptif dan inovatif,”(BOAS/LA)



























