BANTUL — Pepatah arab mengatakan “ilmu bila tidak diamalkan bagaikan pohon tak berbuah” sebuah ungkapan yang merepresentasikan suatu kegiatan dalam lingkup akademik termasuk dalam kepramukaan apabila tidak diamalkan dan diasah suatu ilmu maka hanya akan mengendap dalam diri dan sirna begitu saja.
Kegiatan kepramukaan memiliki berbagai bidang keilmuan yang bisa diimplementasikan dalam kehidupan terutama dalam survival. Dengan penuh semangat Dewan Ambalan Pramuka Ibnul Qoyyim Putra melaksanakan berbagai kegiatan yang bisa mengasah ilmu kepramukaan andikawan di Ibnul Qoyyim Putra.
Melalui salah satu kegiatan rutin berupa piala bergilir Latihan kepramukaan diharapkan bisa melatih kepemimpinan, kemampuan kerja sama tim, dan sportivitas antar anggota pramuka.
Mekanisme perebutan piala bergilir Adalah setelah terselesaikannya materi kepramukaan yang diberikan akan diujikan dengan perlombaan yang dilakukan oleh penggalang maupun penegak.
Piala akan terus bergilir seiring dengan pemenang Lomba Latihan Kepramukaan. Piala juga akan diberikan sepenuhnya kepada regu atau sangga yang telah memenangkan sebanyak lima kali berturut-turut.
Sebuah program yang bisa membakar semangat andikawan dalam meningkatkan kapasitas diri masing-masing dalam kepramukaan maupun dalam kedisiplinan serta banyak hal yang diajarkan dalam kegiatan pramuka.
Piala bergilir telah dilaksanakan sebanyak tiga kali dan dilaksanakan di Halaman Utama Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra dan sekitarnya sejak pelantikan Dewan Ambalan Masa Bakti 2025/2026. Kali pertama, lomba yang diujikan Adalah Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris, yang dimenangkan oleh Sangga Penegas.
Perlombaan kedua berupa Komunikasi Lapangan yang berisi giat semaphore dan sandi morse. Setiap regu dan sangga wajib mengirimkan lima partisipan terbaiknya yang cakap dalam Komunikasi Lapangan. Adapun pemenang dalam lomba piala bergilir Adalah andikawan dari regu elang.
Perlombaan ketiga yang dilaksanakan pada Kamis, 16 Oktober 2025 adalah Lomba Pioneering dengan ketentuan bebas membuat pioneering apa saja dengan tongkat yang sudah diberikan. Perlombaan kali ini dimenangkan oleh Sangga penegas dengan perjuangan untuk merebut Kembali piala yang sudah diambil oleh regu elang.
“Lomba kali ini sangat berkesan dan penuh dengan perjuangan yaa setelah kemarin kita merelakan piala diambil sama regu elang,” ujar Pemimpin Sangga penegas.
Hal ini menunjukkan jiwa komptetitif akan selalu menjunjung tinggi perjuangan dan sportivitas. Sebagai seorang andikawan pramuka harus bisa menunjukkan kesungguhan dalam segala aspek kehidupan.
Dikarenakan jiwa adikawan pramuka bukanlah muncul Ketika mengenakan seragam saja akan tetapi apa yang ada dalam diri dan hati untuk menerapkan ajaran pramuka dimanapun dan kapanpun.
Dengan semangat pramuka yang membara, andikawan penggalang tidak mau kalah dengan kakak penegaknya terbukti dalam perlombaan komunikasi lapangan sebelumnya dimenangkan oleh andikawan penggalang yang menunjukkan kapasitas dan prestasi akan selalu kompetitif tidak memandang tingkatan.



























