YOGYAKARTA — Ambalan Jenderal Soedirman dan R.A. Kartini Gugus Depan 03-047, 03-048 pangkalan SMA Negeri 6 Yogyakarta melaksanakan Pengukuhan Calon Tegak (PCT) pada Sabtu, 27 September 2025.
Kegiatan yang diikuti oleh 21 putra dan 27 putri tersebut diawali dengan apel pembukaan pada pukul 06.45 WIB yang dipimpin oleh panitia. Setelah apel, seluruh peserta mengikuti senam bersama untuk meningkatkan semangat dan kekompakan.
Usai senam, kegiatan dilanjutkan dengan pengembaraan yang dimulai pukul 07.15 WIB dari sekolah menuju beberapa pos yang telah ditentukan.
Pengembaraan pertama berlangsung di Museum Sandi, tepatnya di Pos Komlap (Komunikasi Lapangan). Di pos ini, para peserta ditantang mengerjakan Google Form berisi soal-soal terkait sandi.
Selain itu, tersedia juga Pos Aster (Asah Terampil) yang menguji keterampilan kepramukaan serta pengetahuan umum. Pos pertama ini dijaga oleh Kak Alima dan Kak Lala.

Setelah menyelesaikan tantangan di pos awal, peserta melanjutkan pengembaraan sesuai rute menuju pos kedua yang berada di lingkungan sekolah. Pos ini dijaga oleh Kak Timmy dan Kak Zanet.
Di pos ini, peserta diminta memilih angka dari 1 sampai 50. Setiap angka berisi topik acak, misalnya tentang senyum, keluarga, hujan, hingga matahari. Peserta kemudian diminta menjelaskan topik tersebut secara singkat dan jelas.

Pengembaraan berakhir sekitar pukul 08.00 WIB. Agenda kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi yang menambah wawasan peserta. Setelah itu, acara inti berupa Pengukuhan Calon Tegak resmi dimulai.
Rangkaian pengukuhan diawali dengan sambutan dari Kakak Puput selaku pembina, kemudian dilanjutkan prosesi penyiraman air bunga serta pemasangan badge. Peserta Ambalan Jenderal Soedirman dikukuhkan oleh Kak Fuad, sementara peserta Ambalan R.A. Kartini dikukuhkan oleh Kak Puput.
Acara pengukuhan ditutup dengan sesi foto bersama, sebagai penanda resminya para peserta menjadi Calon Penegak di Ambalan Jenderal Soedirman dan R.A. Kartini.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan Pramuka di SMAN 6 Yogyakarta, sekaligus sebagai sarana pembelajaran, pengembangan diri, serta penguatan mental dan wawasan bagi para calon Penegak.



























