SLEMAN – Saka Taruna Bumi Seyegan melaksanakan latihan rutin praktik Penyemaian Hidroponik di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Seyegan, Minggu 25 Mei 2025.
Latihan yang bertujuan untuk memperkenalkan teknik pertanian modern sekaligus mengajarkan pemanfaatan barang bekas sebagai solusi bercocok tanam di lingkungan rumah dipandu langsung oleh Pamong Saka Taruna Bumi Seyegan, Kak Ery, yang memberikan pelatihan praktis dan edukatif kepada para anggota.
Peserta mendapatkan dua materi utama, yaitu penyemaian untuk sistem hidroponik dan penanaman tanaman kangkung menggunakan galon bekas secara konvensional (bukan hidroponik).
Diketahui bahwa penyemaian adalah proses menanam benih di media tanam awal agar tumbuh menjadi bibit sebelum dipindahkan ke tempat tumbuh utama. Proses ini penting untuk memastikan bahwa benih tumbuh sehat, kuat, dan seragam.
Penyemaian dilakukan dengan menggunakan media rockwool, yang dikenal baik untuk sistem hidroponik. Adapun langkah-langkahnya yang dipelajari dalam latihan antara lain,
- Memotong rockwool menjadi potongan kecil dan membuat lubang kecil di tengah.
- Menempatkan 1–2 benih pada setiap lubang.
- Membasahi media hingga lembap.
- Menyimpan benih di tempat teduh hingga berkecambah.
- Setelah tumbuh 1–2 helai daun, bibit siap dipindahkan ke sistem hidroponik.

Penyemaian ini berguna untuk mengontrol pertumbuhan sejak dini dan meminimalisir kegagalan tanam serta memastikan hanya bibit terbaik yang ditanam di media utama.
Selain itu juga dilaksanakan penanaman kangkung secara biasa di galon bekas, berbeda dengan penyemaian hidroponik, anggota praktik menanam kangkung secara konvensional menggunakan galon bekas sebagai pot tanam, galon yang sudah tidak terpakai dipotong dan diisi dengan campuran tanah subur dan kompos.

Setelah media siap, benih kangkung langsung ditebar di permukaan tanah, lalu ditutup tipis dengan tanah. Galon-galon tersebut diletakkan di tempat terbuka yang cukup sinar matahari dan disiram secara rutin.
Melalui kegiatan ini, peserta belajar bahwa bertani tidak harus mahal atau membutuhkan lahan luas. Bahkan barang bekas seperti galon pun dapat diubah menjadi media tanam yang bermanfaat.
Kak Putri selaku Ketua Dewan saka mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota yang sudah hadir pada latihan kali ini sehingga dapat berjalan lancar.



























